Cek Fakta: Habib Rizieq Shihab Jadi Tukang Cuci Piring di Arab Saudi

Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab. (Sindonews.com)

Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah postingan di media sosial yang menyebut Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab jadi tukang cuci piring di Arab Saudi.

Postingan tersebut beredar setelah dibagikan akun Facebook Nhana Khirana pada 24 Oktober 2020.

Dalam unggahannya, Nhana Khirana juga melampirkan tangkapan layar foto artikel berjudul “Rizieq Shihab dikabarkan Menjadi pencuci piring di Arab Saudi.

Menarik untuk Anda:

“APPEH. Semoga yang memfitnah beliau mendapat azab dari Silalahi Simarmata,” demikian tertulis dalam tangkapan layar foto tersebut.

Postingan Nhaha Khirana terkait Habib Rizieq Shihab jadi tukang cuci piring di Arab Saudi. (Turnbackhoax.id)

Namun, berdasarkan penelusuran fakta seperti dilansir dari Turnbackhoax.id, Rabu 28 Oktober 2020, kabar yang menyebutkan Habib Rizieq Shihab menjadi pencuci piring di Arab Saudi adalah informasi yang salah atau hoaks.

Faktanya, tidak ditemukan adanya informasi valid atau berita terkait dengan klaim Habib Rizieq Shihab jadi tukang cuci piring di Arab Saudi.

Adapun foto yang digunakan pada unggahan Nhana Khirana mengarah ke beberapa artikel yang sebagian besar memuat berita terkait dengan kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia.

Salah satu artikel berita terkait hal itu diterbitkan Detik.com. Dalam isi artikelnya disebutkan adanya rencana kepulangan Habib Rizieq untuk melakukan “tsaurah” dalam sebuah siaran pres yang berbahasa Arab.

Penggunaan diksi tsaurah membuat polemik dikarena tsaurah itu sendiri jika diterjemahkan bisa bermakna “kudeta” sehingga Dubes Agus Maftuh menyesalkan penggunaan diksi “tsaurah” dalam siaran pres tersebut sedangkan menurut Ketua DPP FPI Slamet Ma’arif kata tsaurah berarti revolusi yang dimaksud adalah revolusi akhlak.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebut Habib Rizieq Shihab jadi tukang cuci piring di Arab Saudi adalah klaim yang salah atau hoaks.

Klaim tersebut masuk dalam kategori Fabricated Context atau konten palsu.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

CEK FAKTA: Benarkah Makassar Belum Punya Kebijakan Kuat Terkait Waterftont City?

Cek Fakta: None Klaim Ekonomi Makassar Dikuasai 4 Persen Orang Kaya, Benarkah?

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar