Sekelompok Jukir di Pengayoman Boulevard Mengeluh Terkadang Keluarga Mereka Kelaparan

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Ilham P, sang jukir di Pengayoman yang merasa kecewa akan janji PD Parkir, mengeluh keluarganya tidak mendapat hasil kerjanya sebagai jukir.

Terkini.id, Makassar – Selasa (30/9/2020) ada beberapa orang dari juru parkir kota makassar mengeluhkan kepada rekan sesama juru parkir dan kepada wartawan bahwa penghasilannya saat ini tidak cukup bahkan tidak ada, saat diterapkan E-Parkir. Bahkan tak jarang mereka harus nombok guna menutupi target yang di berikan kepadanya oleh PD Parkir Makassar Raya.

“Saya di patenkan Rp 110.000,- untuk setor ke PD. Parkir, dan jika tidak cukup saya harus nombok tambah agar cukup, saya peroleh uang jika lebih dari Rp 110.000,-” ucap Ilham Panjaitan nada kesal. Apa yang mau dikasih makan istri dan anak kalau begini. Dulu katanya mau digaji, ada BPJS nah sekarang tidak ada, saya merasa dirugikan oleh PD. PARKIR MAKASSAR RAYA, tegas Ilham kepada awak media.

Rp110.000,- itu dari jam 8.00 pagi sampai pukul 15.00 sore. Lain malam lagi. Dulu awalnya masih ada Rp 50.000,- sampai Rp60.000,- sekarang terkadang nombok pak karena kurang yang parkir, tambah Ilham

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Hal senada di utarakan Sopyan dg. Nai, bahwa setoran dipaksa bayar Rp 135.000,- dan saya biasa dapat Rp 60.000,- saja.

Marto, jukir di Boulevard bingung siapa yang mesti diikuti, PD Parkir atau Dispenda kota Makassar

Lain halnya dengan salah satu jukir di boulevard bernama Marto mengatakan bahwa Dispenda akan memberikan surat kepada jukir, saya tadi dari Dispenda dan dispenda melarang jangan dulu pasang itu mesin. Itu pun dari dispenda mau kalau tidak tidak bisa dipasang, tegas Marto.

Saya tidak melawan pemerintah pak hanya saya bingung PD Parkir mau ambil alih parkir saya. Nanti PD Parkir setor Rp1.800.000,- per bulan kepada Dispenda, dan saya di suruh setor. Dulu di PD Parkir saya bayar Rp 200.000,- perhari. Saat ini saya langsung bayar ke Dispenda pak Rp 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu)

Ketiga juru parkir makassar ini mengadukan nasibnya dan keluarganya agar mereka bisa hidup dan terus bertahan menjadi juru parkir sesuai dengan ucapan awal PD Parkir bahwa mereka di gaji setelah mesin itu mereka gunakan dalam aktifitas.

Tanggapan Dona ketua SJPM kota Makassar,” kami tahu aturan dan kami paham hanya tolong kami agar kami pun dapat hidup keluarga kami dirumah mengharap kami pulang membawa hasil kerja meskipun parkir, bukan menomboki agar cukup setoran parkir,” Tolong perhatikan juga kami yang sudah berjuang mengatur kenderaan yang parkir, dan tidak jarang kami mendapat cacian dari pemilik motor pak,tutup Dona ketua SJPM.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Konsolidasi Aksi Terkait PPDB Jalur Zonasi di SMA Negeri 07 Makassar

Pangdam XIV Hasanuddin Sambut Kedatangan 450 Satgas Yonif 721/Makkasau

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar