Semakin Membaik, Bambang Sebut Pertumbuhan Ekonomi Bergantung Pelaku Ekonomi

Bank Indonesia
Bulan Inklusi Keuangan dengan tajuk pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19 yang berlangsung di Hotel The Rinra.

Terkini.Id, Makassar Bulan Inklusi Keuangan dengan tajuk pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 sebanyak 5 persen, sementara pada akhir 2020 mendekati 0 persen.

“Faktor tersebut lebih banyak disebabkan dampak eksternal, namun tekanan global semakin membaik. Apa yang terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia adalah dampak pandemi Covid-19,” kata Bambang, Senin, 26 Oktober 2020.

Menarik untuk Anda:

Pemulihan ekonomi melalui investasi, kata Bambang, melalui 4 hal fundamental. Mulai dari penguatan komitmen kepala daerah, pengelolaan persepsi positif investor, akselarasi kesiapan proyek pembangunan, dan sinergi yang lebih komprehensif.

Bambang mengatakan pertumbuhan ekonomi sangat bergantung dari pelaku ekonomi. Tahapan dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan membuat perekonomian berbeda dari sebelumnya.

“Segala upaya dilakukan untuk mendorong ekonomi lebih baik. Pertumbuhan ekonomi nasional terpuruk, ini cobaan. Namun tanda-tanda ekonomi sudah mulai membaik,” ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia terbilang responsif dalam menangani pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Ia berharap, ke depan pertumbuhan ekonomi semakin membaik.

“Optimalisasi kebijakan semua instansi berkolaborasi dan bersinergi untuk perbaikan ekonomi. Masing-masing memberikan kekuatan untuk saling menguatkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bambang menyebut peranan Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di tengah tekanan ekonomi memiliki peran penting.

“UMKM penting, dalam beberapa peristiwa sebelumnya, dalam kondisi tekanan ekonomi, UMKM cukup geliat, bertahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua Moh Rusdin Subandi terus mendorong tingkat inklusi keuangan di Indonesia. 

Selama bulan inklusi keuangan pada Oktober 2020, OJK menargetkan menargetkan pembiayaan kepada pelaku UMKM mencapai Rp4,3 triliun selama bulan tersebut. 

Menyoal hambatan yang dihadapi OJK, Rusdin bicara soal jangkauan Sulampua yang terbilang luas dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas.

“Sehingga kami kerjasama dengan industri jasa keuangan dan perguruan tinggi, melalui KKN kita titipkan program literasi,” tutupnya.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Bersama Dishub, Asmo Sulsel Gaungkan Kampanye #Cari_Aman

Di Tengah Pandemi, Manulife Fokus Dampingi Nasabah

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar