Sasar Warga Miskin,TMMD Wujudkan Mimpi Lansia yang Puluhan Tahun Tidur Beralaskan Tanah

Satgas TMMD ke 108 dari TNI dan Polri bersama masyarakat bedah rumah milik Ati Daeng Nia, warga Kampung Sarroanging, Desa Bontorapoo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto / Syarief

Terkini.id, Jeneponto – Sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 108 Kodim Jeneponto, menyasar warga kurang mampu di Desa Bontorapoo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Hari Sabtu 4 Juli 2020, sebuah rumah tidak layak huni di Dusun Sarroanging terlihat ramai dikerumuni anggota TNI, Polri dan masyarakat.

Rumah yang beratapkan seng dengan dinding gamacca yang sudah lapuk. Berlantai tanah dihuni oleh seorang Lansia bersama 3 orang anaknya.

Menarik untuk Anda:

Sejumlah TNI dan Polri serta masyarakat terlihat menyatu saling bahu-membahu membongkar dan mengerjakan rumah tidak layak huni tersebut. Diantaranya terlihat memegang alat pertukangan bersiap melaksanakan tugas.

Mereka merupakan tim bedah rumah Satgas TMMD ke-108 Kodim 1425 Jeneponto yang diberi tanggungjawab untuk membedah rumah milik Ati Daeng Nia (70 tahun), warga Dusun Sarroanging, Desa Bontorappo, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto.

Sementara Ati Daeng Nia hanya bisa duduk termenung melihat antusias masyarakat dalam bergotong royong membantu membongkar rumah berlantai tanah yang mereka tempati selama puluhan tahun.

Lansia itu mengungkapkan, selama kurang lebih 30 tahun tidur beralaskan tanah di rumah yang tidak layak huni, yang setiap bangun di pagi hari merasakan dingin dan terkadang menggigil akibat lembabnya tanah.

Mimpi Ati bersama 3 orang buah hatinya untuk tinggal di rumah layak huni tak terwujud. Lantaran suaminya telah meninggal puluhan tahun yang lalu.

“Semenjak suami saya meninggal, kami tetap bertahan di rumah ini karena tak mampu untuk melakukan perbaikan, saya tak punya apa-apa, kadang kami puasa karena bahan makanan tak ada, anak kami hanya sebagai pekerja buruh tani, terkadang kami bisa makan dari uluran tangan tetangga,” ungkapnya sambil tertunduk meneteskan air mata.

Dengan kehadiran TMMD ke-108 Kodim 1425 Jeneponto membuat lansia bersama buah hatinya bersemangat, ia tak pernah berpikiran jika mimpinya akan diwujudkan oleh TNI dan Polri lewat program bedah rumah.

“Untuk memperbaiki rumah, saya tak memiliki uang, kalau ada penghasilan bisa mencukupi kebutuhan sembako untuk kehidupan anak-anak,saya sangat bersyukur, saya tidak menyangka kalau rumahku mau dibedah, selama ini saya dan anak-anak tidur di atas lantai tanah, kalau pagi lembap kasihan, kehadiran TMMD ke 108 di Desa Bontorapoo ini membawa rejeki bagi kami,” tuturnya.

Komanda Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke 108 Kodim 1425 Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir mengatakan, salah satu sasaran fisik TMMD ke 108 adalah perintisan jalan sepanjang 6 x 1,480 Meter.

Pembuatan talud atau drainase 1 x 950 Meter, pembangunan 1 unit jembatan 6 x 10 Meter dan pembuatan plat decker 2 unit 1,6 x 1 serta sasaran bedah rumah RTLH 2 unit 6 x 7 Meter.

“Sasaran fisik TMMD ke 108 yang dilaksanakan di desa ini (Bontorapoo) diantaranya bedah rumah 2 unit, dua KK yang rumahnya tidak layak huni akan mendapatkan bantuan itu. Salah satunya adalah rumah berlantai tanah milik Ati Daeng Nia,” terang Letkol Inf Irfan Amir, kepada terkini.id, Sabtu 4 Juli 2020.

Putra lokal Butta Turatea Jeneponto yang juga menjabat Komandan Kodim 1425 Jeneponto, mengungkapkan program bedah rumah merupakan kado bakti TNI kepada masyarakat yang selama ini selalu bersinergi.

“Selama ini hubungan antara TNI dan masyarakat terjalin sangat baik, selalu menyatu, itu menandakan slogan ‘TNI Bersama Rakyat’ tetap terwujud ditengah masyarakat, semoga sinergitas TNI, Polri dan masyarakat tetap terjalin.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Bontorappo, H. Mustapa mengapresiasi kepada TNI, yang menempatkan TMMD di Desanya dan mengaku beberapa warganya memang masih tinggal di rumah tak layak huni.

Untuk itu, ia sangat mendukung serta dengan program TMMD yang menyasar kegiatan fisik bedah rumah dan program nonfisik di desanya.

“TMMD ini berkah tersendiri bagi saya bersama masyarakat, Insya Allah kami akan turut berperan aktif dalam mewujudkan program ini. Sinergitas TNI, Polri saya yakini sebagai bagian dari perjuangan untuk kepentingan warga Desa Bontorapo dalam membantu pemerintah dalam mewujudkan program pengentasan kemiskinan,” ungkap H. Mustapa

H. Mustapa yang sudah menjabat kurang lebih 5 tahun sebagai Kepala Desa Bontorapoo, menghimbau warganya untuk ikut berperan aktif dalam mengerjakan sasaran fisik TMMD sehingga dapat berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu.

“Bedah rumah akan cepat selesai jika semua saling bahu-membahu bergotong-royong, sehingga dapat terselesaikan tepat pada waktunya dan manfaatnya dapat dirasakan, semoga Allah SWT memberikan nikmat kesehatan sehingga program ini berjalan dengan lancar tanpa mengalami kendala,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Jeneponto, Irmawati Zainuddin, mengapresiasi TMMD ke 108 Kodim Jeneponto yang sangat membantu Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalan mengentaskan kemiskinan di Bumi Turatea.

“Sasaran fisik TMMD ke 108 tahun 2020 yang dilaksanakan Kodim 1425 Jeneponto sangat membantu Pemerintah Desa dalam mewujudkan mimpi masyarakatnya untuk tinggal di rumah layak huni, kegiatan ini sangat tepat sasaran dan bermanfaat bagi warga kurang mampu di Jeneponto, khususnya di Desa Bontoramba,” imbuhnya.

Diketahui, program TMMD ke 108 di Desa Bontorapoo Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto dibuka secara resmi, Selasa 30 Juni 2020.

Kegiatan berlangsung hingga 30 Juli 2020 dengan sasaran fisik dan nonfisik yang dapat mewujudkan percepatan peningkatan perekonomian masyarakat Desa Bontorapoo dan merajut mimpi warga kurang mampu untuk tinggal di rumah layak huni.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Selama November 2020, Kasus Covid-19 di Jeneponto Bertambah 89 dan Sembuh 80 Orang

Bupati Jeneponto Terima LHP Pengelolaan Barang Milik Daerah Tahun 2019-2020 dari BPK

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar