Rahmat Manggabarani Jadi Ketua Badan Promosi Pariwisata Makassar

Terkini.id, Makassar — Andi Rahmat Manggabarani resmi memimpin Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Makassar atau BP2M setelah mantan Penjabat Wali Kota Makassar Prof Yusran Jusuf sebelumnya menandatangani SK Pengurus BP2M pada Selasa, 23 Juni 2020.

Mantan asisten pribadi Prof Yusran, Andi Ahmad Khaidir mengatakan PJ Wali Kota Makassar yang menandatangani langsung dokumen SK BP2M ini.

“Banyak dokumen yang masuk di hari terakhir masa tugas Prof Yusran. Tetapi pak Prof hanya menandatangani SK ini,” ucap dia.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Hal sama juga disampaikan Staf Penomoran Bagian Hukum Pemkot Makassar, Eky yang membenarkan bahwa Surat Keputusan Walikota Makassar No. 1209/556.05/TAHUN 2020 tentang Pembentukan Badan Promosi Pariwisata Makassar atau Makassar Tourism Board Masa Bakti 2020 – 2024 telah resmi diterbitkan Pemkot Makassar.

“Dokumen ini sudah resmi secara hukum karena kami terbitkan sebelum pelantikan atau serah terima jabatan PJ Walikota Makassar,” ucapnya.

Dalam SK tersebut, tercatat pembina BPPD adalah Wali Kota Makassar, Ketua Andi Rahmat Manggabarani, Wakil Ketua Didi Leonardo Manaba, dan Sekretaris Joko Budi Jaya.

Beberapa pihak yang menjadi bagian dari pengurus BPPD tersebut antara lain Ketua DPC PHRI Kota Makassar, Direktur Poltekpar Makassar, Ketua DPD IHGMA Sulawesi Selatan, Sales Manager Garuda Indonesia Sulampua, Ketua AMPHURI Sulampua H.M Azhar Gazali serta Eras D.S Rachman Iskandar.

Diketahui, Ketua BP2M Andi Rahmat Manggabarani yang lahir di Ujung Pandang 9 November 1986 memiliki dua usaha perhotelan dan satu perusahaan biro perjalanan wisata. Rahmat Manggabarani adalah pemilik Four Point By Sheraton Makassar, Aerotel Smile dan Aliyah Wisata Tours & Travel.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Pariwisata Kembali Dibuka, Segini Biaya Terbang ke Lombok di Masa Pandemi

Begini Serunya Melepas Anak Penyu di Pantai Lowita

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar