Aplikasi Ajamma DPRD Makassar Minim Laporan Pengaduan, Ini Sebabnya

DPRD Makassar
Gedung DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Makassar – Aplikasi Ajamma yang dirancang Sekretariat DPRD Kota Makassar untuk menyaring aspirasi warga minim laporan pengaduan. 

Padahal, aplikasi tersebut dibuat untuk memudahkan warga Makassar dalam menyampaikan keluhannya. 

Kepala Sub Bagiam Hubungan Masyarakat (Kasubag Humas) DPRD Kota Makassar Andi Taufiq Natsir menyayangkan minimnya animo masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi tersebut.

Menarik untuk Anda:

Ia pun meminta masyarakat berperan aktif melaporkan berbagai masalah ke aplikasi tersebut. Hal itu agar bisa ditindaklanjuti DPRD Kota Makassar melalui dapil masing-masing.

“Jadi kita minta masyarakat manfaatkan aplikasi ini, daripada repot-repot lewat audiensi lagi dengan dewan, lebih baik gunakan media ini,” kata dia, Kamis, 22 Oktober 2020.

Taufiq menilai minimnya pemanfaatan aplikasi tersebut lantaran rata-rata pengguna smartphone didominasi kalangan menengah ke atas.

Sementara, kata Taufiq, pada umumnya masalah banyak terjadi di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

“Terkhusus pelayanan publik misalnya, atau lingkungan, bisa jadi juga hal ini karena persoalan yang banyak dihadapi atau dilaporkan justru kebijakan pusat yang jelas-jelas bukan ranah kami,” katanya.

Oleh karena itu, Taufiq mengatakan akan terus melakukan sosialisasi lewat daring lantaran sosialisasi langsung masih sulit dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Sementara itu, berdasarkan laporan Admin Web dan Aplikasi Ajamma, Rezi Fathurrahman, hingga Oktober ini laporan yang masuk hanya tiga buah. Laporan tersebut terkait bantuan sosial per Juli lalu.

“Yang masuk sampai sekarang itu masih tiga, kemarin itu rata-rata ia terkait bantuan sosial covid sekitar tiga bulan lalu,” ucapnya.

Rezi pun menyayangkan minimnya partisipasi masyarakat terkait aplikasi tersebut. Aplikasi tersebut, kata dia, telah diperbaiki sejak awal pandemi Covid-19.

“Memang dari semua racikan aplikasi pemerintah itu yang paling sulit adalah mensosialisasikan ini, kemarin kan bagus karena kita luncurlan kegiatan itu berdampingan dengan kegiatan dewan,” ujarnya.

Kendati sosialisasi melalui sosial media, namun, ia mengatakan laporan yang masuk sama sekali tidak bertambah. 

Padahal, aplikasi tersebut sempat mendapat penghargaan dengan kategori top inovasi daerah dari mantan Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb. Pada awal peluncuran aplikasi tersebut dibanjiri aduan.

Menurut Rezi, salah satu penyebab minimnya laporan aduan lantaran adanya pergantian server, sehingga aplikasi tersebut kembali harus diulang dari nol.

“Jadi kayak kita kembali dari nol untuk mensosialisasikan ini, kita selaluji sosialsisasikan, apalagi didampingkan lewat web DPRD Kota sama akun Youtubenya, akun sosial media selalu diikutsertakan,” pungkasnya.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Ajak Taat Protokol Covid-19: Asosiasi Pasar Rakyat Indonesia Bagi Ribuan Masker ke Pedagang

12 Pulau di Makassar Akan Dijadikan Objek Wisata, DPRD Target Ranperda Rampung Tahun Depan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar