Danny Pomanto Minta Kawal Netralitas ASN: Kepala Daerah Tidak Boleh Lakukan Mutasi

Pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi menggelar konferensi pers usai mendaftar di KPU Makassar, Jumat 4 September 2020.

Terkini.id — Bakal Calon Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan bahwa netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat penting untuk mengawal jalannya Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Makassar 2020.

“Ini kondisinya sangat berbeda, saya bukan lagi petahana, karena ada kekosongan sekitar 1,5 tahun. Tetapi yang terpenting, netralitas ASN adalah bagian yang sangat penting,” kata Danny Pomanto, usai mendaftar di KPU Makassar sebagai calon wali kota, Jumat 4 September 2020.

Mantan Wali Kota Makassar ini juga meminta kepala daerah untuk tidak melakukan pengangkatan dan mutasi ASN enam bulan sebelum memasuki masa pendaftaran calon.

Menarik untuk Anda:

“Saya hafal ini Pasal 70 yang Pilwali yang lalu mengugurkan kami. Dimana 6 bulan sebelumnya kalau ada pilkada di daerahnya kepala daerahnya tidak boleh mengganti dan mengangkat ASN, ini sudah tidak lagi enam bulan tapi sudah masuk Pilwali,” ujarnya. 

Pasangan Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi telah mendaftar di KPU sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Makassar.

Pasangan bertagline Adama ini, diusung oleh Partai Gerindra dengan lima kursi dan NasDem enam kursi. 

“Kami baru saja menerima berita acara terkait kelengkapan berkas. Saya sangat berterima kasih kepada semua partai pengusung maupun pendukung,” pungkas Danny Pomanto.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Solid dan Kompak, Danny Bawa Formasi Lengkap ke Pulau Sangkarrang

Siap Menangkan ADAMA, Warga Barang Lompo Punya Ekspektasi Besar Terhadap Danny Pomanto

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar