Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Varietas lokal kopi Arabika Toraja perlu dikembangkan karena merupakan kekayaan lokalilta yang tentunya mempunyai kekhasan daerah di Indonesia. pengembangan di tingkat petani perlu pendampingan teknologi yang baik sehingga nanti kan menghasilkan produksi yang tinggi didukung mutu dan citarasa specialty. 

Tahun 2020 BPP Gandangbatu Sillanan menerapkan teknologi pengembangan  kopi melalui demplot lapang di lahan petani untuk mengembangkan kopi Arabika Lokal Toraja pada teknik pembibitan  dan budidaya lapang. 

Dimasa pandemik Covid 19 kegiatan penyuluh pertanian tidak berhenti, pertanian harus berlanjut terus untuk mendukung petani dalam kesejahteraannya. Sesuai dengan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang terus bekerja dan berkarya mendampingi petani dilapang.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi mengatakan “Dalam masa seperti ini, pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian tidak boleh bermasalah. Petani dan penyuluh harus terus turun ke lapangan. Namun tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19 seperti selalu cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, dan pakai masker. Kenapa pertanian tidak boleh berhenti, karena sektor pertanian berkewajiban menyediakan bahan pangan,”.

Harapan dari demplot ini adalah teknologi yang diterapkan dapat dikembangkan petani dilahan masing-masing untuk meningkatkan produksi tanaman kopi Arabika. Luas areal kopi Arabika dikecamatan Gandangbatu Sillanan 1.540 ha, 226 kelompok tani dengan jumlah petani kopi 2.407 orang, ujar Hariadi dari BPP Gandangbatu Sillanan.

Baca juga:

Kopi toraja merupakan tanaman dengan harga jual yang tinggi. Kopi ini dapat memberikan keuntungan  jika di kelolah dengan baik dan benar. 

Kopi toraja memiliki bentuk biji yang lebih kecil,lebih mengkilap dan licin pada kulit bijinya. meskipun memiliki cita rasa asam dan juga pahit, kopi toraja memiliki aroma wangi yang khas, dan menurut ahli kopi, aroma itulah yang menjadikan kopi toraja berbeda dengan karakteristiknya yang unik dan jarang ditemukan, tambah Hariadi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa kopi merupakan salah satu komiditi unggulan perkebunan, terutama perkebunan Indonesia. Bahkan menjadi satu komuditas yang mendukung sumber devisa negara.

“Melalui usaha kopi, mampu menciptakan sebuah lapangan pekerjaan yang saat ini terus berkembang. Selain itu juga sebagai sumber Industri yang dibutuhkan nasional maupun dunia,” kata Syahrul. 

Komentar

Rekomendasi

STIK Tamalatea Makassar Seleksi Calon Mahasiswa Baru Secara Daring

Direktur Polbangtan Gowa: Dalam Mendampingi Petani Dilapangan Kalian Wajib Jadikan Kostratani Sebagai Tempat Belajar

Mutu Pendidikan Terjamin, STITEK Balik Diwa Sukses Pertahankan Akreditasi B

Memasuki Kemarau, Mahasiswa Polbangtan Bantu Peternak, Beri Solusi Pembuatan Pakan Konsentrat

Yuk Gabung, Diskusi Permainan Rakyat Bersama Zaini Alif di Lab Hubungan Internasional Unhas

>
Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar