Pemuda Muhammadiyah Kritik Pelantikan Prof Ambo Asse Sebagai Rektor Unismuh Makassar

Serah terima jabatan Rektor Unismuh Makassar, dari Prof Abdul Rahman Rahim kepada Prof Ambo Asse disaksikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Irwan Akib dan Ketua BPH Unismuh Dr Muhammad Syaiful Saleh, di Balai Sidang Muktamar 47 Kampus Unismuh Makassar, Senin 10 Agustus 2020 / Foto: Asnawin Aminuddin

Terkini.id, Makassar – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar menyayangkan pengangkatan Prof Ambo Asse sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang baru.

Mengingat, Prof Ambo kini masih aktif menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Muhammad Fauzan mengatakan, seharusnya Prof Ambo tetap fokus mengawal persyarikatan. Tidak terlibat langsung dalam mengurusi amal usaha Muhammadiyah.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

“Kami sebenarnya berharap beliau menjadi pemimpin dalam gerakan dakwah persyarikatan, bukan malah mengurusi amal usaha yang tentu akan menguras waktu dan tenaga,” kata Fauzan, Senin 10 Agustus 2020.

Fauzan menilai, pengangkatan Ambo menjadi Rektor Unismuh bakal menjadi preseden buruk bagi persyarikatan. Ia khawatir fenomena yang sama akan berulang di pimpinan di tingkat daerah hingga ranting.

“Kami khawatir akan muncul anggapan bahwa menjadi pimpinan Muhammadiyah bisa dapat jabatan di amal usaha. Akhirnya, kelak motivasi mengurusi Muhammadiyah tidak lagi didasari pada niat tulus mengawal gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” jelas mantan pengurus DPD IMM Sulsel itu.

Selain itu, lanjut Fauzan, keputusan Prof Ambo untuk memimpin Unismuh Makassar berpotensi membuat pengawasan PWM di kampus Unismuh menjadi tumpul.

Sebab, Badan Pengurus Harian (BPH) Unismuh yang selama ini menjalankan fungsi pengawasan juga diisi oleh kolega Prof Ambo di PWM Sulsel.

“Jika sudah demikian, bagaimana caranya warga persyarikatan berharap fungsi pengawasan di amal usaha terbesar Muhammadiyah Sulsel ini bisa berjalan optimal?,” tuturnya.

Fauzan menyebut, seyogyanya jabatan tersebut diduduki oleh kader persyarikatan yang selama ini mengikuti kaderisasi di Unismuh.

Sementara Prof Ambo sebagai pimpinan persyarikatan bertanggung jawab mendorong agar Unismuh semakin berkembang.

Olehnya, ia berharap Prof Ambo bisa lebih bijaksana menyikapi kondisi ini terutama demi kepentingan besar persyarikatan Muhammadiyah.

“Kami tentu hanya bisa berdoa ayahanda Prof Ambo terus amanah memimpin persyarikatan Muhammadiyah dan juga amal usaha. Sebab, beban sangat berat kini ada di pundak beliau,” katanya.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

UIM dan UNASMAN Sepakat Kerjasama Kampus Merdeka

Mahasiswi FT UNM Diduga Dipukuli Senior Pria, Korban: Dia Tinju Muka Saya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar