Tak Mampu Beli Hp, Siswa di Makassar Terpaksa Masuk Sekolah Mengikuti Belajar Daring

Seorang siswa bernama Rusli (12) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 Kota Makassar terpaksa masuk sekolah, demi mengikuti mata pelajaran melalui daring menggunakan fasilitas komputer SMPN 27.

Terkini.id — Seorang siswa bernama Rusli (12) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 Kota Makassar terpaksa masuk sekolah, demi mengikuti mata pelajaran melalui daring menggunakan fasilitas komputer SMPN 27.

Hal itu terpaksa dilakukan lantaran siswa yang masih duduk dibangku kelas 1 SMP ini tidak mampu membeli handphone (Hp) android untuk digunakan belajar online seperti yang dilakukan siswa-siswa lain pada umumnya di masa pandemi Covid-19.

Seorang siswa bernama Rusli (12) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 Kota Makassar terpaksa masuk sekolah, demi mengikuti mata pelajaran melalui daring menggunakan fasilitas komputer sekolah.

“Sudah tiga hari masuk sekolah. Dia masuk sekolah karena tidak punya hp,” kata ibu Rusli, Rusni Daeng Baji (42), saat ditemui di SMPN 27 Makassar, Jalan Daeng Tata.

Menarik untuk Anda:

Rusli datang ke sekolah dengan didampingi oleh ibunya. Ia mengenakan pakaian batik dan celana panjang berwarna biru tua, serta memakai masker.

Sebelum memasuki kelas, ia terlebih dahulu mencuci tangan dengan menggunakan fasilitas protokol kesehatan yang telah disediakan di sekolah.

Bagian Kesiswan dan Humas SMPN 27 Makassar, Naston mengungkapkan, pihak sekolah menyetujui Rusli mengikuti proses belajar daring di sekolah. Karena sebelumnya orang tua Rusli mendatangi sekolah dan meminta untuk belajar di SMPN 27 Makassar dengan alasan tidak memiliki handphone.

“Alasan tidak punya hp. Yang bersangkutan memang dari keluarga prasejahtera. Akhirnya kita mengizinkan Rusli untuk belajar dengan menggunakan fasilitas ruangan laboratorium,” jelas Naston.

Seorang siswa bernama Rusli (12) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 27 Kota Makassar terpaksa masuk sekolah, demi mengikuti mata pelajaran melalui daring menggunakan fasilitas komputer sekolah.

Naston menambahkan, di masa Covid-19 ini, pembelajaran memang dilakukan secara daring. Mulai pukul 8.00 WITA pagi, hingga 12.00 WITA, siang.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Mobil Istri Ruben Onsu Keluarkan Asap, Anak Sampai Muntah-muntah Dahsyat

Ulama NU Pimpin MUI, Tengku Zulkarnain hingga Din Syamsuddin Tidak Ada Dalam Daftar Pengurus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar