1,5 Hektare Hutan dan Lahan Hangus Terbakar di Kalimantan Timur

Kebakaran lahan dan hutan di Kalimantan Timur/ ist

Terkini.id – Di tengah sebagian wilayah Indonesia masih mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, wilayah hutan dan lahan di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, teridentifikasi terbakar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Sekolaq Joleq, Kecamatan Sekolaq Darat, pada Kamis kemarin pukul 16.25 waktu setempat.

Kebakaran tak terkendali ketika pembakaran terjadi di lahan seorang warga. Kerugian lahan dan material pohon terbakar seluas 1,5 hektar.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Merespons karhutla, BPBD melakukan upaya penanganan dengan mencegah kebakaran meluas.

Personel darat melakukan pemadaman di sisi pinggir lokasi kawasan terbakar. Pemadaman dengan memaksimalkan sumber air yang tersedia di lokasi meskipun debit air terbatas.

Mobil pemadam kebakaran turut membantu untuk memadamkan api di lokasi kejadian.

Pantauan di lapangan, kata Raditya Jati Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulisnya, hutan dan lahan yang terbakar berupa tanaman pakis dan karet.

“Jenis tanaman ini mudah terbakar. Di samping itu, kondisi angin tidak kencang di lokasi justru mengakibatkan asap gambut yang terbakar cukup pekat dan menyulitkan pemadaman,” ujar Raditya.

Menurut dia, hampir setiap tahun wilayah Kalimantan Timur mengalami kebakaran hutan dan lahan yang sangat luas.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat kebakaran hutan dan lahan dalam hektar pada 2015 – 2020 sebagai berikut 69.352,96 hektar (2015), 43.136,78 (2016), 676,38 (2017), 27.893,20 (2018), 68.524 (2019) dan 3.375 (2020).

“Luas karhtula di atas dihitung berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 OLI/TIRS yang dioverlay dengan data sebaran titik panas atau hot spot dan laporan personel darat dan laporan pemadaman oleh tim Manggala Agni,” urainya.

Sementara berdasarkan tingkat kemudahan kebakaran BMKG, beberapa wilayah Indonesia memiliki potensi dari tingkat rendah hingga sangat mudah terbakar.

Kalimantan Timur berada pada kemudahan terbakar pada tingkat tidak mudah atau moderate.

Wilayah dengan kemudahan terbakar pada tingkat sangat mudah terpantau di beberapa wilayah, seperti sebagian Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

LSM Australia Layangkan Protes Atas Pemotongan Sapi di Indonesia: Dianggap Brutal dan “Tak Manusiawi”

Brimob Batalyon A Pelopor Cek Kesiapan Personel dan Senjata Jelang Pilkada Serentak 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar