Beredar Survei PolMark Menangkan Appi-Rahman, Eep: Itu Bukan Gaya Kami

Meme yang beredar terkait survei elektabilitas Appi-Rahman dengan menggunakan narasi berdasarkan hasil survei PolMark

Terkini.id, Makassar – Sebuah poster yang menunjukkan hasil survei elektabilitas Pasangan Calon Wali Kota – Wakil Wali Kota Makassar beredar di media sosial.

Survei tersebut menunjukkan pasangan Appi-Rahman (Munafri Arifuddin – Rahman Bando) menempati elektabilitas tertinggi, 31,7 persen dalam Pemilihan Wali Kota Makassar 2020.

Sementara, pasangan Danny-Fatma di urutan kedua dengan elektabilitas 26,8 persen, lalu pasangan Deng Ical-Fadli 14,4 persen dan pasangan Irman-Zunnun 3,4 persen.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Poster tersebut mengklaim data elektabilitas paslon tersebut itu berdasarkan survei Polmark Indonesia yang dipimpin Eep Saefulloh Fatah.

“Eep Saefulloh Fatah, CEO PolMark Indonesia, Konsultan politik ternama yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf dan Anies-Sandi menjadi gubernur DKI Jakarta,” tulis poster tersebut.

Klarifikasi Eep

Atas poster yang banyak beredar itu, Eep Saefulloh Fatah memberikan klarifikasi. Eep mengaku tidak membuat publikasi tersebut.

“Saya dan PolMark Indonesia tak pernah membuat bahan publikasi itu. Ada pihak lain yang membuatnya. Kami tak tahu menahu,” terang Eep lewat pesan tertulis.

Eep mengaku dirinya dan dan PolMark Indonesia tak bertanggung jawab atas isi bahan publikasi tersebut. Dia juga menyoroti penggunaan gambar saya dengan keterangan yang redaksinya sama sekali tak bisa dia setujui: “Konsultan politik ternama yang memenangkan ….”

“Sepanjang 11 tahun memimpin dan mengelola PolMark Indonesia (dan PolMark Research Center), saya tak pernah menggunakan klaim dan glorifikasi diri sebagai bagian dari kerja kami. Itu bukan cara dan gaya saya/kami. Kami tak pernah gunakan frase atau kalimat semacam itu, apalagi sekadar untuk gimmicks marketing,” terangnya.

Tak Pernah Melakukan Survei Bulan Agustus

Dia juga menyebutkan, dalam poster itu tertulis nerdasarkan data Agustus 2020.

“Kami, PolMark Research Center/PolMark Indonesia tidak pernah mengadakan survei di Kota Makassar pada bulan Agustus.

Survei kami terakhir adalah pada akhir Juli 2020. Bagaimana hasilnya? Kami tak punya kewajiban untuk menyampaikan hasilnya kepada siapapun kecuali kepada mitra kerja sama survei kami,” terangnya.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Beredar Kabar Jutaan Pekerja Terancam Batal Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu, Ini Faktanya

Dukung Pembelajaran Jarak Jauh, ATSI-Kemendikbud Teken Kerja Sama Bantuan Kuota Belajar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar