Bongkar Sosok Gus Nur, Denny Siregar: Dia Bukan Anak Kyai dan Belum Pernah Nyantri

Gus Nur
Gus Nur. (Inisiatifnews)

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Denny Siregar membongkar rekam jejak Sugik Nur. Menurutnya, sosok yang akrab disapa Gus Nur itu tak pantas menyandang status ‘Gus’.

Pasalnya, kata Denny, Gus Nur bukanlah anak Kyai dan tak pernah mengenyam pendidikan di Pesantren sebagai santri.

“Sebenarnya oleh sebagian orang tidak layak menyandang sebutan Gus. Karena gelar Gus itu di NU diberikan kepada anak kyai yang punya pondok pesantren. Tetapi Gus Nur yang ini sama sekali bukan anak kyai. Bahkan dia juga belum pernah nyantri. Jadi bayangkan, secara ilmu agama, dia tidak punya rekam jejak apapun,” kata Denny, Rabu, 21 Oktober 2020 seperti dikutip dari Hops.id.

Menarik untuk Anda:

Denny bahkan menyebut bahwa Gus Nur dulunya adalah pemain debus mengikuti jejak ayahnya yang juga pemain debus.

Masa lalu Gus Nur, kata Denny, ada di jalanan. Ia  juga mengungkapkan bahwa Gus Nur pernah melakukan tindakan kriminal saat hidup di jalanan.

“Selain itu, dia juga berprofesi sebagai penjual obat keliling. Mungkin saat menjual obat inilah si Sugik melatih kemampuannya berbicara di depan publik. Yang pasti dengan tipu-tipu supaya obatnya itu laku,” ujar Denny Siregar.

Denny mengatakan, bertahun-tahun menjadi penjual obat, Gus Nur kemudian mulai belajar agama.

“Dari sana, dia kemudian coba memanfaatkan Youtube untuk mencari penggemar. Di sana, dia kemudian berhasil, sehingga dia diundang ke mana-mana, dan dapat gelar terhormat sebagai ustaz,” ujarnya.

Namun dalam tiap ceramahnya, kata Denny, Gus Nur kerap menyerang NU dan Banser.

Selain itu, lanjut Denny mengungkapkan, Gus Nur juga kerap berdakwah sambil mengeluarkan kata-kata tak pantas.

Ia menilai, nama Gus Nur makin dikenal publik usai dianggap melakukan panjat sosial kala momentum Pilpres lalu.

“Dia pun masuk kepada apa yang dia cita-citakan. Dia diundang ke mana-mana, dan undangan deras ke dia pun mengalir. Hidupnya berubah, Sugik Nur bahkan menjadi bintang iklan, dan pemain properti,” ujar Denny Siregar.

“Sugik Nur dengan ilmu jualan obat yang dipadukan dengan agama, akhirnya menjadi orang sukses, yang memiliki barang-barang mewah,” pungkasnya.

Sebelumnya, nama Gus Nur menjadi perbincangan publik lantaran pernyataannya lewat tayangan video di kanal YouTube Refly Harun yang dinilai telah menghina Nadhlatul Ulama (NU).

“Setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat berubah. Saya ibarat NU sekarang seperti bus umum sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya juga begitu, dan penumpangnya kurang ajar semua. Perokok juga, nyanyi juga, buka aurat juga, dangdutan juga. Jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu enggak ada sekarang ini,” kata Gus Nur lewat YouTube Refly Harun yang tayang beberapa waktu lalu.

Gus Nur pun menyebut sejumlah nama politikus dan mengaitkannya dengan perumpamaan ‘bus NU’ tadi.

“Bisa jadi kernetnya Abu Janda, bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut, dan sopirnya Kiai Aqil Siraj. Mungkin begitu. Nah, penumpangnya liberal, sekuler, PKI, macam-macam,” ujarnya.

Lantaran perbedaan situasi dalam NU tersebut, Gus Nur pun memilih turun dari ‘bus’ itu.

“Selama ini saya enggak ada setahu saya ngerokok, minum, campur. Nah pusing lah saya, turun lah,” ujarnya.

Tak hanya itu, dalam tayangan tersebut Gus Nur juga menyentil sejumlah tokoh dan kiai NU yang keluar masuk Istana.

“Tiba-tiba saya juga berontak. Ada kiai yang saya hormati keluar masuk Istana, keluar masuk ranah kekuasaan, udah main duit, money politics. Lah ini kan berontak,” ujar Gus Nur.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Olahraga Bersama, Danrem dan Prajurit Korem 082/CPYJ Jaga Imun Tubuh di Masa Pandemi

Kibarkan Bendera Bintang Kejora di KJRI Australia, OTK: TNI Out Stop Killing Papua

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar