BPK: Kota Palopo WTP Sejak 2017 dan IPM Terus Meningkat

Terkini.id, Palopo — Wali Kota Palopo, Drs. H. Muh. Judas Amir, MH., didampingi sekretaris daerah dan jajarannya mengikuti pemeriksaan kinerja pendahuluan atas efektivitas pengelolaan belanja daerah untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) yang diselenggarakan oleh BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan secara virtual, Senin 21 September 2020 di SaokotaE, rumah jabatan Wali Kota.

Wahyu Priyono, Penanggungjawab jawab pemeriksa BPK Provinsi Sulsel, menyampaikan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan dalam tiga bagian yakni keuangan, kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.

Wahyu Priyono melanjutkan bahwa tujuan dari pemeriksaan itu adalah menilai kualitas pengelolaan APBD dan mengidentifikasi permasalahan dalam pengelolaan APBD yang berpotensi mempengaruhi realisasi capaian Indeks pembangunan manusia (IPM).

Menarik untuk Anda:

“IPM itu sendiri merupakan sebuah alat ukur yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan dan pendidikan,” ungkap Wahyu.

“Adapun output dari desain pemeriksaan kinerja ini nantinya adalah penilaian belanja daerah dan penentuan sampel pengujian dan pola hubungan (ipm) serta outcome yang meliputi penilaian capaian outcome IPM dan analisis pola hubungan IPM,” jelasnya.

Wahyu Priyono menambahkan, jangka waktu pendahuluan pemeriksaan ini dimulai tanggal 21 September – 20 Oktober 2020 sedangkan pemeriksaan secara terperinci hingga November 2020.

Menurut wahyu, Kota palopo sejak tahun Tahun 2017 sampai 2019, memperoleh opini dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan PDRB dan IPM yang terus meningkat yakni dengan IPM 76.71, 77.30, 77.98.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Akademisi Kedokteran Unpad Beberkan Penyebab Covid-19 Mudah Menyebar

Komentari Kebakaran Gedung Kejagung, Tengku Zul: Jangan Sampai Istana Negara Ludes Terbakar Gegara Rokok

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar