Calon Akpol Gugur karena Covid-19 Buktikan Dirinya Negatif, Polda Tak Terima

Capture thread akun @siap_abangjagoo yang viral di media sosial

Terkini.id, Jakarta – Sebuah postingan di twitter menjadi viral karena mengungkap dugaan kolusi dalam perekrutan taruna Akademi Polisi di Kepolisian Daerah Kepulauan Riau atau Polda Kepri.

Postingan tersebut menyebutkan, seorang calon taruni Akademi Polisi (Akpol) yang lulus tes di tingkat Provinsi bahkan mendapat ranking 1 dari hasil penilaian.

Namun, saat mendapat jadwal untuk mengikuti tes selanjutnya di tingkat pusat, dia diharuskan terlebih dahulu mengikuti tes swab.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

“Jadi, kemarin itu aku daftar ikut seleksi Akpol, masih seleksi daerah sih. Tapi, Alhamdulillah aku ranking 1 se-provinsi, udah sampai sidang akhir, terus berhak untuk melanjutkan tes ke tingkat pusat,” demikian cuit wanita calon Taruni Akpol tersebut lewat akun @siap_abangjagoo.

Namun pada postingan selanjutnya, dia menyebut bahwa pihak kepolisian datang ke rumahnya menyampaikan hasil positif COVID-19. Sehingga, dia tak bisa ikut seleksi ke pusat. Dia pun dinyatakan gugur di seleksi Akpol.

“Terus, sorenya datang orang dari Polda ke rumahku. Ngasi kabar kalau aku dinyatakan positif covid, tapi enggak ada bukti tertulis resmi kalau aku emang beneran positif covid-19. Yaudah, intinya gak bisa berangkat aja gitu alias gugur,” kata dia.

Tak terima dengan vonis itu, dia kemudian melakukan swab test mandiri. Berdasarkan hasil swab test di klinik, dia dinyatakan negatif COVID-19. Selain itu, dia menunjukkan rontgen paru-paru dan rapid metode Eclia yang tidak menunjukkan negatif covid-19.

Dia pun turut menampilkan hasil rontgen dan rapid Eclia. Akun @siap_abangjagoo itu menyatakan bahwa dia bukan satu-satunya yang gugur seleksi Akpol ke tingkat pusat setelah ‘divonis’ positif Corona.

“Ini bukan aku sendiri aja yang kena, tapi kawanku juga. Ada sekitar 6 orang yang tes Akpol disini yang kena kasus gini. Yang aku tau kabarnya, 3 orang kawan aku coba ulang swab karena gayakin, dan ternyata bener NEGATIF semua!!,” lanjutnya.

Jawaban Polda Riau

Adapun pihak Kepolisian Daerah Kepulauan Riau atau Polda Kepri membantah tudingan yang menyebut jika sengaja menggagalkan seorang calon peserta Akademi Polisi (Akpol) dengan menyatakan positif Covid-19.

“Terlalu hina jika Polda Kepri dikatakan ingin menggagalkan peserta yang sudah lulus di tingkat provinsi,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kepulauan Riau Komisaris Besar Harry Goldenhart, Jumat, 7 Agustus 2020 seperti dikutip dari tempo.co.

Harry mengungkapkan, jika peserta di wilayah Kepolisian Daerah lainnya juga ada yang gugur lantaran positif Covid-19. 

Dia menegaskan bahwa memang sudah aturan dari pusat, yakni Markas Besar Kepolisian RI, bahwa mereka yang dinyatakan lolos seleksi ke tingkat pusat, harus terlebih dahulu menjalani swab test sebelum berangkat ke DKI Jakarta.

Apalagi, kata Harry, pihaknya mendapatkan hasil kesehatan para peserta dari lembaga resmi yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. 

“Kami cuma terima hasilnya dari lembaga. Kami memang punya lab, tapi kan bukan yang ditunjuk oleh Gugus Tugas atau Kementerian Kesehatan jadi tidak berwenang,” ucap dia lagi.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Usai Isolasi Mandiri 14 Hari, Bupati dan Ketua TP PKK Jeneponto Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Mahfud Md Sebut Nonton Film G30S/PKI Tak Dilarang: Semalam Saya Tonton di Yuotube

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar