Gus Miftah Geram Penusukan Syekh Ali Jaber Dikaitkan dengan Jokowi

Gus Miftah bersama Syekh Ali Jaber dan Deddy Corbuzier. (Foto: Suara)

Terkini.id, Jakarta – Pendakwah Nadhlatul Ulama (NU) KH Miftah Maulana Habiburrohman atau akrab disapa Gus Miftah mengaku geram dengan anggapan netizen di media sosial yang mengaitkan kasus penusukan Syekh Ali Jaber dengan Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji tersebut sebelum syuting program Khazanah Islam di studio Trans7, Selasa, 15 September 2020.

Gus Miftah mengaku geram dan tidak habis pikir dengan pikiran sejumlah warganet yang menyebut aksi penusukan terhadap Syekh Ali Jaber sebagai indikasi ketidaksukaan pemerintahan Jokowi terhadap ulama.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Bahkan, kata Gus Miftah, ada netizen yang menyebut pemerintahan Jokowi saat ini tengah membangkitkan PKI, atau dianggap jangan-jangan Banser menjadi dalang penusukan.

“Waduh itu wis kebablasen, ngawur kabeh. Jujur, muangkel bener saya membaca komentar-komentar semacam itu di medsos. Tidak rasional dan adu domba saja,” ujar Gus Miftah saat diwawancara detikcom sebelum tampil di Program Khazanah Islam Trans7.

Ia pun mengingatkan kepada khalayak publik untuk senantiasa mengedepankan prasangka baik dalam menyikapi sebuah peristiwa atau isu.

Selain itu, Gus Miftah juga menegaskan dirinya dan para sejawatnya sesama dai selama ini tidak pernah mendapatkan hambatan untuk berdakwah, baik di televisi maupun ke daerah-daerah.

Oleh karenanya, ia mengaku tak paham jika kemudian ada narasi seolah pemerintah tidak menyukai ulama.

“Sangat tidak logis wong wapresnya Abah Kiai Maruf itu ulama, wakil menteri agamanya juga ulama,” ujar Gus Miftah.

Terkait peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber, Gus Miftah berharap agar polisi bertindak profesional dengan mengusut tuntas kasus tersebut.

Dia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan agar Syekh Ali Jaber kembali fit dan berdakwah dengan penuh semangat.

“Memang ke depannya, saya kira pihak panitia juga harus menjaga betul aspek keamanan para dai yang diundang ya,” ujar Gus Miftah.

Sebelumnya, Polisi telah menangkap pelaku penusuk Syekh Ali Jaber yakni pemuda berinisial AA (24).

Pelaku pun telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia terancam dijerat dua pasal berlapis akibat perbuatannya itu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, tersangka terancam dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana penjara 2 tahun dan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat 12/1951 dengan ancaman pidana penjara 1 tahun.

“Yang bersangkutan juga telah ditersangkakan kasus penganiayaan berat dan membawa senjata tajam tanpa hak. Sesuai Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman pidana penjara 2 tahun dan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat 12/1951 dengan ancaman pidana penjara 1 tahun,” ujar Awi di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 14 September 2020.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Cerita Mahasiswi Viral yang Berfoto di Makam Orangtua, Kumpul Kardus Bekas Demi Bisa Kuliah

Semen Tonasa Bantu Masyarakat Pengadaan Mesin Pembuat Garam Beryodium

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar