Hebatnya Djoko Tjandra: Dibantu Pak Lurah Urus e-KTP, Diantar Jenderal Bintang 1 Kabur dari RI

Terkini.id, Jakarta – Setelah sebelumnya dibantu Pak Lurah untuk mengurus e-KTP, Buron Kejaksaan Agung Djoko Tjandra juga diketahui diantar seorang jenderal bintang 1 terbang dari Jakarta ke Pontianak.

Diduga, penerbangan ke Pontianak itu menjadi upaya Djoko Tjandra kabur ke negeri Jiran.

Divisi Propam Polri kini terus memeriksa jenderal bintang satu tersebut, yakni Brigjen Prasetijo Utomo.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Brigjen Prasetijo Utomo sebelumnya telah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri atas pelanggaran yang dia lakukan itu.

Polri menyampaikan, Jenderal bintang satu itu disebut turut terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), bersama Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

“Iya, bersama (Djoko Tjandra),” terang Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono seperti dikutip dari detikcom, Sabtu 18 Juni 2020.

Awi mengungkapkan kepergian Brigjen Prasetijo Utomo dengan buron kasus cessie Bank Bali itu tanpa izin dari pimpinannya kala itu, yakni Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit. Prasetijo juga dikatakan membuat surat pergi sendiri.

“Ke luar daerah tanpa izin pimpinan. Dia buat surat sendiri, dia berangkat, berangkat sendiri. Kalau ditanya keterlibatan pimpinan (tidak ada), (sebab) dia tanda tangan sendiri, jadi dia sendiri yang harus tanggung jawab,” ucap Awi lagi.

Awi meluruskan soal status Djoko Tjandra sebagai konsultan Bareskrim, seperti yang tertulis dalam surat jalan yang ditandatangani Prasetijo. Awi menegaskan hal itu adalah karangan Prasetijo.

“Dan yang ditulis konsultan itu karangan dia lo, itu palsu itu. Ada pihak yang masih berpikir Djoko Tjandra konsultan di Bareskrim, harus diluruskan bahwa itu karangan, itu palsu, itu bohong,” tegas Awi lagi.

Awi menambahkan, selain diduga melakukan pelanggaran kode etik, mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan tersebut juga dikenai dugaan pelanggaran disiplin.

“Kalau BJP PU itu ada disiplinnya itu,” tandas Awi lagi.

Sebagaimana diketahui, Prasetijo diduga melakukan kesalahan lantaran menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra terbang ke Pontianak.

Ironisnya, hal tersebut dilakukan Prasetijo saat Kejaksaan Agung (Kejagung) maupun institusi Polri bertekad memburu dan menangkap Djoko Tjandra.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Prasetijo diganjar dugaan pelanggaran kode etik. Kabareskrim Komjen Listyo Sigit juga menegaskan akan memproses pidana mantan anak buahnya tersebut.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Jemput Pasien Covid-19, Petugas Kesehatan Dilumuri Kotoran oleh Keluarga Pasien

Jelang Musim Hujan, Anies Berdoa Semoga Jakarta Tidak Banjir Lagi

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar