Ini Tanggapan Gibran Soal Rencana PKS Usung Achmad Purnomo di Pilkada Solo

Putra Jokowi Gibran Rakabuming maju di Pilkada Solo 2020. (Foto: Benteng Sumbar)

Terkini.id, Solo – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana mengusung Achmad Purnomo maju dalam Pilkada Solo pada 9 Desember mendatang sebagai lawan kuat bagi putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming.

PKS berencana memasangkan Wakil Wali Kota Solo tersebut dengan cucu Pakubuwono XII, BRA Putri Woelan Sari Dewi di Pilkada Solo.

Menanggapi hal itu, Gibran Rakabuming mengaku tak masalah dengan rencana PKS tersebut.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

“Tidak apa-apa,” kata Gibran, Selasa, 28 Juli 2020 seperti dikutip dari Tribun Solo.

Diketahui, PKS meskipun hampir pasti tidak punya kawan koalisi dalam Pilkada Solo, partai berlambang padi emas tersebut masih terus melakukan lobi.

Achmad Purnomo akan menjadi salah satu tokoh yang diincar.

Melansir dari Radar Solo, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Surakarta Sugeng Riyanto mengungkapkan lobi yang dilakukan PKS bukan sebatas dengan ketua partai politik di tingkat kota. Lobi-lobi tingkat pusat kini sedang gencar dilakukan.

“Pilkada Solo ini kelasnya bukan lagi daerah, tetapi sudah nasional. Pimpinan-pimpinan di tingkat pusat juga terus melakukan penetrasi dengan partai lain agar dapat mengusung calon,” katanya, kemarin 28 Juli 2020.

Sugeng juga melaporkan kondisi sementara politik di Kota Bengawan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.

Dia meminta DPP bertindak cepat agar partainya mampu mendapat rekan koalisi untuk mengusung pasangan calon melawan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa yang diusung PDIP.

“Kita siapkan kapalnya dulu. Kalau kapalnya sudah siap, baru pilih siapa yang nanti akan diajukan,” ujarnya.

Satu nama yang pasti akan diusung, lanjut Sugeng, adalah Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo.

Nama tersebut dianggap sebagai sosok yang pas untuk melawan Gibran. Selain memiliki pengalaman, Purnomo dianggap memiliki semangat yang masih membara.

“Saya kira Pak Pur (Achmad Purnomo) dapat menjadi simbol perlawanan sekaligus pihak yang terzalimi dalam hal praktik dinasti politik. Saya kira publik sangat memahami ketika Pak Pur menyatakan siap maju. Selama ini Pak Pur memberikan kontribusi segala macam kepada PDIP, kemudian dijanjikan ini itu, lantas diberikan janji yang kemudian diingkari,” ujar Sugeng.

Terpisah, Achmad Purnomo mengaku pernah dihubungi PKS untuk maju sebagai bakal calon wali kota melawan Gibran.

Namun, saat itu dia belum memberikan jawaban lugas. Purnomo memilih untuk melihat peta politik di Kota Surakarta hingga menit terakhir.

“Nanti last minute kita lihat saja. Sementara saya belum bisa memutuskan,” ujar Purnomo.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

LSM Australia Layangkan Protes Atas Pemotongan Sapi di Indonesia: Dianggap Brutal dan “Tak Manusiawi”

Brimob Batalyon A Pelopor Cek Kesiapan Personel dan Senjata Jelang Pilkada Serentak 2020

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar