Meninggal karena Covid-19, Pria Ini Sempat Curhat dan Menyesal Datang ke Pesta

Terkini.id, Jakarta – Semakin banyak bukti dan pengakuan tentang virus covid-19 yang tak boleh disepelekan.

Baru baru ini, seorang pria asal California, Amerika Serikat menggunggah rasa penyesalannya di media sosial karena telah ceroboh, tetap menghadiri pesta di tengah pandemi Covid-19. Dalam laman Facebook-nya, ia mengaku terinfeksi covid-19 setelah menghadiri pesta tersebut.

Hanya berselang sehari setelah unggahannya tersebut, Macias meninggal dunia akibat Covid-19.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

” Saya keluar beberapa minggu lalu dan terinfeksi corona. Karena kebodohan saya, saya membahayakan kesehatan ibu dan saudara perempuan saya,” kata Macias dilansir dari Daily Star, Jumat 3 Juli 2020.

Dalam statusnya tersebut, Macias mengungkapkan pengalaman yang ia alami sungguh menyakitkan. Ia berharap bisa selamat dari penyakit tersebut, namun takdir berkata lain. Macias meninggal dunia sehari setelah mengunggah status tersebut.

Saudara ipar Macias, Gustavo Lopez mengatakan, Macias sudah melakukan karantina sejak Maret hingga awal Juni karena ia mengalami obesitas dan diabetes.

Macias baru memberanikan diri mendatangi pesta temannya di Danau Elsinore, sekitar 70 mil tenggara Los Angeles setelah pemerintah setempat melonggarkan lockdown.

Setelah menghadiri pesta, Macias sempat mendatangi kediaman saudara perempuannya, Veronica yang menikah dengan Lopez. Saat itu, Macias mulai menunjukkan gejala sakit.

Salah satu rekan Macias menghubunginya dan mengatakan ia dites positif Covid-19. Pada 16 Juni, Macias kemudian melakukan tes Covid-19 dan menerima hasil positif Covid-19, selang dua hari kemudian.

Macias sempat mengunggah sebuah status di akun Facebook miliknya. Ia memberikan peringatan kepada teman-temannya untuk tidak menyepelekan Covid-19.

” Ini bukan lelucon. Jika kamu harus keluar rumah maka pakailah masker dan jaga jarak,” tulis Macias.

Tiga hari setelah dinyatakan positif Covid-19 tepatnya pada 21 Juni pukul 11 pagi waktu setempat, Macias dilarikan ke rumah sakit. Tujuh jam menjalani perawatan, kondisi Macias terus memburuk hingga ia harus mengenakan ventilator.

Akhirnya Macias menghembuskan napas terakhirnya dihari yang sama pada pukul 9 malam waktu setempat. Kejadian yang menimpa Macias membuat keluarga sangat terpukul.

” Saya pikir apa yang ia ingin orang lain tahu adalah bahwa ini nyata. Ini serius dan dapat membunuh orang,” ungkap Lopez.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Isu Konspirasi Israel di Balik Ledakan Beirut Beredar Luas, Militer Lebanon Tahan 16 Staf Pelabuhan

Foto Udara Beirut Dulu dan Sekarang, Tunjukkan Dahsyatnya Peristiwa Ledakan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar