Kapolsek Dipalak 2 Preman Terminal, Anak Buahnya Langsung Ringkus Pelaku

Terkini.id, Bukittinggi – Aksi preman di terminal yang melakukan pungutan liar dengan modus menjual stiker bendera meresahkan warga. Hingga akhirnya, dua preman tersebut kena batunya.

Hal itu setelah mereka hendak memalaki calon korbannya yang sedang mengendarai mobil. Ternyata, calon korban itu adalah Kapolsek Bukittinggi. 

Kapolsek memang sengaja turun bersama tim untuk menyelidiki pungli yang dikeluhkan pengendara.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Mengutip dari padangkita.com, Selasa 11 Agustus 2020, Polisi pun meringkus IR (24) dan HS (29), dua pemuda di kawasan Pasar Aur Kuning, Kota Bukittinggi tersebut.

Kapolsek Bukittinggi, AKP Dedy Adriansyah menyebut, pengamanan dua pelaku pungli di kawasan Pasar Aur itu dilakukan usai pihaknya menerima laporan keluhan dari masyarakat.

Kedua pelaku pun digiring ke Mapolsek Bukittinggi Minggu 9 Agustus 2020 sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

“Mereka ini memeras warga di pintu keluar terminal Simpang Aur dengan modus menjual stiker bendera. Mobil-mobil yang lewat di sana dipasangi stiker tanpa Padanizin kemudian dimintai uang Rp 3 ribu,” kata Dedy, kemarin.

Dua pemuda pemalak yang meresahkan masyarakat itu, lanjut Dedy, tak berkutik saat diamankan. Pasalnya, justru Kapolsek sendiri calon korban pelaku ketika mencoba melakukan penyelidikan menggunakan mobil pribadi.

Saat itu, usai mendapat informasi keluhan dari masyarakat, dirinya bersama tim langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengunakan mobil minibus pribadi untuk membuktikan hal tersebut.

Seketika mobilnya melewati pintu keluar terminal, para pelaku langsung menempeli dengan stiker merah putih. Usai ditempel mereka pun lantas mengetuk pintu mobil dan meminta uang pada Kapolsek. Mendapati hal itu, tim opsnal langsung meringkus dua pemuda tersebut.

“Apesnya, ternyata yang mau diperas itu mobil kita,” ujar Dedy sambil tersenyum.

Hasil interogasi di lapangan, kedua pelaku mengaku, aksi yang dijalankan mereka berdua baru satu hari itu dilakukan dengan sistem setoran. Oleh sebab itu, polisi kini juga sedang memburu orang yang memberikan orderan stiker pada mereka.

Saat ini, kedua pemuda itu menjalani pemeriksaan di Mapolsek. Dari tangan mereka, tim opsnal berhasil mengamankan uang tunai sebesar Rp 177 ribu, hasil penjualan stiker.

“Untuk dua orang ini akan dilakukan pemeriksaan dan kita akan terus mencari pelaku yang menyediakan stiker bendera tersebut. Kita akan lakukan pemeriksaan serta mencari pelaku yang lain. Apapun alasannya, hal ini adalah pungutan liar dan tidak diizinkan,” kata dia.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Mahfud Md Sebut Nonton Film G30S/PKI Tak Dilarang: Semalam Saya Tonton di Yuotube

Heboh karena Harganya Rp100 Juta per Pohon, Ini Asal Usul Tanaman Janda Bolong

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar