Lepas Jenazah Prof Sudirman, Rektor Unhas: Kami Kehilangan Sosok Pekerja Keras Santun

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA memimpin upacara pelepasan jenazah almarhum Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Dr. Ir.  H. Sudirman, MPi Jumat 14 Agustus 2020 di kediaman Almarhum Jalan Ibnu Sina Kompleks Perumahan Dosen Unhas.

Terkini.id, Makassar – Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA memimpin upacara pelepasan jenazah almarhum Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MPi Jumat 14 Agustus 2020 di kediaman Almarhum Jalan Ibnu Sina Kompleks Perumahan Dosen Unhas.

Di hadapan ratusan pelayat yang menghadiri prosesi pelepasan, Rektor Unhas dua periode itu tampak sangat berduka atas kepergian Prof Sudirman.

Almarhum menghembuskan nafas terakhir di ICU Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar, Kamis, 13 Agustus 2020 pukul 22.40 Wita setelah menjalani perawatan atas penyakit yang dideritanya.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA memimpin upacara pelepasan jenazah almarhum Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. Dr. Ir. H. Sudirman, MPi Jumat 14 Agustus 2020 di kediaman Almarhum Jalan Ibnu Sina Kompleks Perumahan Dosen Unhas.

Menarik untuk Anda:

Selain Rektor, pelepasan jenazah pria kelahiran Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan 12 Desember 1964 itu turut dihadiri sejumlah pembantu Rektor. Tampak Pembantu Rektor I Unhas, Prof Restu beserta para civitas akademika Unhas.

Bahkan tampak juga Ketua Umum DPP KKB, Andi Badi Sommeng beserta jajaran pengurus, puluhan mahasiswa Unhas dan sejumlah kolega, mitra, keluarga almarhum.

Ucapan belasungkawa dari berbagai elemen masyarakat juga menghiasi prosesi pelepasan jenazah tersebut.

“Atas nama pimpinan Universitas Hasanuddin, saya menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya
almarhum Prof Sudirman. Tentu ini merupakan suatu kedukaan yang mendalam,”bebernya.

Menurut Rektor Unhas, dirinya mengenal Almarhum sebagai sosok yang baik, Sabtu, dan akrab kepada siapa juga.

“Kami merasa sangat kehilangan Almarhum. Ada banyak kenangan bersama dengan Prof Sudirman, baik dalam konteks kelembagaan maupun hubungan pribadi, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya dan membalas jasa-jasanya selama hidupnya,”urainya.

Dwia yakin teman-teman di Kampus Unhas punya kenangan yang manis dan indah bersama dengan Almarhum. Apalagi dikenal sebagai sosok pekerja keras.

“Saat saya menjabat sebagai Wakil Rektor, saat itu beliau menjabat sebagai
Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan. Beliau sangat aktif dengan upaya-upaya mencari mitra dan menjaga hubungan baik dengan mitra. Dia adalah motor penggerak,”kenangnya.

Dimanapun ditempatkan kata Dwia, Almarhum tidak ada yang berubah dari sosoknya. Dia berdedikasi dan bekerja secara total atas apa yang menjadi amanah yang diberikan.

Pelayat mendoakan Almarhum Prof Sudirman

“Kiranya ini menjadi inspirasi bagi kita. Almarhum telah pergi tetapi dia tetap dalam kenangan, inspirasi kita. Bagaimana model kerja dan kesederhanaan, persahabatan, dan kegembiraan,”pungkasnya.

“Kami bangga mempunyai Prof Sudirman sebagai bagian dari sumber daya Unhas dan terima kasih kami ucapkan secara dalam atas pengabdian dan kerja keras beliau,”tegasnya

Ia juga mengajak seluruh civitas akademika dan masyarakat untuk mendoakan almarhum dan meminta maaf apabila ada kesalahan dan khilaf yang telah beliau lakukan semasa hidupnya.

“Saya minta masyarakat memaafkan apabila ada kesalahan
dan kehilafan Almarhum selama bertugas termasuk juga jika ada sangkutannya agar segera disampaikan ke pihak keluarga,” tutupnya.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Kandidat Diimbau Tidak Mobilisasi Massa, Akademisi: Jangan Kacaukan Makassar di Masa Tenang

Pentingnya Peran Lembaga Pemantau Pemilu Agar Pilkada Bebas COVID-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar