Misteri Pengisap Darah Ternak di Tapanuli Terungkap, Bukan Makhluk Gaib

Terkini.id, Medan – Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Tapanuli Utara, dihebohkan dengan peristiwa matinya sejumlah hewan ternak dengan kondisi darahnya habis diisap.

Akhirnya, terungkap pelaku pengisap darah puluhan hewan ternak tersebut. Dugaan sementara, hewan yang melakukan itu masih masuk keluarga musang.

Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumatera Utara (Sumut) Teguh Setiawan telah menyampaikan dugaan sementara menyibak misteri yang meresahkan warga itu.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

“Tim sekarang masih bekerja. Jadi pasti kami belum bisa menentukan hewannya hewan apa. Dugaan kami mengarah ke sana (musang). Karena pengakuan masyarakat, berbulu, warna hitam, ada garis putih. Kita mengarahnya ke keluarga musang. Ini masih dugaan sementara,” ujar Teguh dikutip dari detikcom, Sabtu 27 Juni 2020.

Dia mengatakan dugaan sementara ini diperoleh dari keterangan masyarakat setempat. Menurut masyarakat setempat, kata Teguh, hewan itu sempat terlihat di sekitar wilayah tersebut.

“Menurut penuturan masyarakat, mereka melihat,” ujar Teguh.

Teguh menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, TNI-Polri, serta masyarakat. Penyelidikan masih berlangsung.

Bupati Taput Nikson Nababan juga mengatakan puluhan hewan itu mati akibat serangan hewan buas. Hal itu, kata Nikson, merupakan informasi sementara berdasarkan hasil laboratorium forensik (labfor) Polda Sumut.

“Hasil laboratorium forensik yang sudah datang dari Polda Sumatera Utara dan sudah melihat semua hasil dari foto dan di lapangan bahwa itu penyebabnya adalah binatang buas,” ucap Nikson.

Dia meminta warga tak mengaitkan peristiwa ini dengan hal mistis. Nikson juga meminta, jika ada hewan ternak mati mendadak lagi, warga melapor.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Selama Corona, Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Naik 75 Persen

Pakai Narkoba, Dua Pilot akan Dipecat dari Garuda Indonesia

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar