Musim Pilkada, Pakar Imbau Pakai Masker Berlapis saat Kampanye dan Pencoblosan

Illustrasi masker berlapis

Terkini.id, Jakarta – Proses suksesi pemilihan kepala daerah (pilkada) tengah berlangsung di sejumlah wilayah di Indonesia. Momentum ini pun dikhawatirkan menjadi pemicu gelombang baru penyebaran Covid-19.

Protokol kesehatan pun harus benar-benar diterapkan oleh para penyelenggara Pilkada, berbagai stakeholder terkait khususnya peserta Pilkada selaku penanggungjawab gelaran itu.

Pakar epidemiologi, Iche Andriany Liberty mengungkapkan, pilkada disebut rawan penularan corona lantaran kegiatan tersebut menimbulkan kerumunan.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Banyak tahapan yang mendatangkan banyak orang, mulai dari pendaftaran, kampanye, pengiriman logistik hingga puncaknya puncaknya hari pencoblosan.

“Jika tidak ada pengawasan yang ketat dan penerapan protokol kesehatan, maka penularan Covid-19 sangat tinggi pada tahapan pilkada,” katanya, Senin 14 September 2020.

Menurut dia, jika tetap digelar kampanye atau semacamnya yang menyebabkan banyak orang berkumpul, disarankan dilakukan di tempat terbuka. Ruang tertutup terlebih sirkulasi udara tidak memadai, penularan virus semakin tinggi.

“Bila perlu pakai masker lebih dari satu lapis, memang harus lebih ketat. Apalagi orang yang punya penyakit bawaan, masker yang dipakai bukan yang biasa tapi masker medis,” ujarnya dikutip dari merdekacom.

Iche mengakui tujuh daerah yang digelar pilkada tidak berstatus zona merah penularan Corona. Hanya saja, dirinya mengingatkan kembali protokol kesehatan menjadi penting dan melihat kasus aktif serta tingkat pemeriksaan di daerah

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Beredar Kabar Jutaan Pekerja Terancam Batal Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu, Ini Faktanya

Dukung Pembelajaran Jarak Jauh, ATSI-Kemendikbud Teken Kerja Sama Bantuan Kuota Belajar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar