NU: Lebih Baik Dana Pilkada Digunakan untuk Layanan Kesehatan

Logo Nahdhatul Ulama (NU)

Terkini.id, Jakarta – Nahdhatul Ulama menilai, Pilkada selama ini sudah menimbulkan banyak mudharat (keburukan) berupa politik uang. Apalagi, di tengah pandemi covid-19, Pilkada menjadi sangat rawan.

NU meminta pemerintah dan Komisi Pemilihan Umum untuk menunda pelaksaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam pernyayaan sikapnya, ormas Islam terbesar di Indonesia ini mengungkapkan bahwa NU ikut mendukung upaya PSBB demi memutus mata rantai penyebaran covid, tanpa mengabaikan ikhtiar untuk mendukung kelangaungan hidup umat manusia.

Menarik untuk Anda:

“Nahdhatul Ulama berpendapat nahwa melindungi kelangsungan hidup (hifdz al nafs) dengan prptokol kesehatan sama pentingnya dengan menjaga keberlangsungan ekonomi (hifdz al mal) masyarakat.

Namun karena penularan covid-19 sudah darurat, maka prioritas utama kebijakan negara adalah selayaknya diorientasikan untuk mengentaskan krisis kesehatan.

Menurut NU, meskipun ada pengetatan regulasi kepada para kandidat Pilkada untuk tidak memobilisasi dan mengumpulkan massa, namun faktanya saat pendaftaran kandidat tetap terjadi pengerahan massa yang rawan menimbulkan klaster baru covid-19.

Karena itu , selain meminta Pilkada ditunda, NU menyatankan agar anggaran Pilkada dialokasikan untuk penanganan krisis kesehatan dan penguatan jaring pengaman nasional.

“NU juga mengingatkan kembali rekomendasi hasil konferensi besar NU pada 2020 di Kempek Cirebon, tentang perlunya meninjau ulang pelaksanaan Pilkada yang banyak menimbulkan politik uang dan politik biaya tinggi,” tulis surat pernyataan NU yang ditandatangani Ketua Umum PB NU Said Aqil Siroj dan Sekjen Helmy Faishal Zainy.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Dorong Sektor Pariwisata di Tengah Pandemi, Wishnutama Siap Kucurkan Dana Hibah Rp3,3 Triliun

Nekat Cium Mahasiswi KKN, Kepala Desa Mesum di Sulsel Ditangkap

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar