Pengusaha Minta Pemerintah Beri Subsidi Gaji ke Karyawan Mal

Illustrasi mal atau pusat perbelanjaan. (Ist)

Terkini.id, Jakarta – Pandemi covid-19 membuat sektor usaha di tempat perbelanjaan terpuruk. Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah pun meminta pemerintah untuk memberikan bantuan subsidi gaji bagi para karyawan mal.

Budihardjo mengungkapkan, ini untuk meringankan beban pengusaha yang selama ini keuangannya sudah tertekan hingga defisit akibat pandemi Covid-19. Langkah ini sekaligus mencegah kembali terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami ajukan untuk bantuan tunai kepada karyawan, sehingga kami bisa berkurang kewajiban kepada cost (biaya) untuk penggajian. Karena ini sangat penting dengan adanya pengurangan kewajiban untuk bayar gaji karyawan,” ungkap dia dalam konferensi pers virtual, Senin 28 September 2020.

Menarik untuk Anda:

Memang pemerintah selama ini sudah memberikan banyak stimulus untuk perekonomian, namun menurutnya, itu tak langsung menyasar pada pusat perbelanjaan. Ia bilang, bantuan yang langsung mengena ke pengusaha mal dan peritel sangat dibutuhkan saat ini.

Oleh sebab itu, Budihardjo berharap, pemerintah bisa menanggung separuh atau 50 persen gaji dari karyawan dengan upah minimum.

“Sudah waktunya untuk langsung diberikan bantuan yang sifatnya langsung, misalnya gaji karyawan ditanggung negara 50 persen,” ujarnya.

Dia mengatakan, subsidi gaji bagi karyawan perusahaan ritel ini juga sudah diterapkan oleh negara lainnya, seperti Singapura. Tujuannya untuk menjaga sektor ritel tetap beroperasi dan bertahan di tengah krisis pandemi.

“Sehingga bisa dialokasikan untuk tetap bertahan guna toko membayar supplier, membayar juga (sewa) ke pihak mal, dan kepada pihak pemerintah (pajak),” ujar dia.

Ia mengaku, sejak pandemi masuk ke Indonesia pada Maret 2020 lalu, penjualan terus turun seiring dengan penurunan drastis pengunjung ke mal. Pendapatan itu pun tak cukup untuk menutup biaya operasional ketika toko buka.

Menurutnya, sudah banyak pengusaha yang mencoba bertahan dengan melakukan pinjaman atau bahkan menggunakan dana pribadi untuk tetap bisa menggaji karyawan. Lantaran, keuangan perusahaan yang terus tertekan.

“Yang dipermasalahkan sekarang adalah dari mulai pusat perbelanjaan dengan tenant, saat ini kami dalam situasi yang sangat tidak baik. Sejak Maret sampe sekarang posisi omzet yang sangat turun, dan kondisi kas perusahaan yang sangat minim,” jelas dia.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Akademisi Kedokteran Unpad Beberkan Penyebab Covid-19 Mudah Menyebar

Komentari Kebakaran Gedung Kejagung, Tengku Zul: Jangan Sampai Istana Negara Ludes Terbakar Gegara Rokok

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar