Penusuk Syekh Ali Jaber Disebut Gangguan Jiwa, Netizen: Orang Gila Kok Main FB

Syekh Ali Jaber ditusuk saat ceramah di Lampung. (Foto: CNN Indonesia)

Terkini.id, Jakarta – Pelaku penusuk Syekh Ali Jaber, AA, telah ditangkap aparat berwajib. Pelaku melakukan aksinya saat pendakwah itu mengisi ceramah di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu, 13 September 2020.

Setelah berhasil diamankan pihak berwajib, akun media sosial Facebook (FB) diduga milik pelaku sontar dibanjiri komentar oleh warganet.

Hampir semua komentar dari netizen menghujat dan mengecam keras aksi yang dilakukan AA terhadap Syekh Ali Jaber.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Akun FB diduga milik pelaku diketahui warganet setelah dibagikan akun Instagram @ndorobeii, Senin, 14 September 2020.

Pelaku penusuk Syekh Ali Jaber. (Foto: Okezone)

Dalam salah satu postingan FB diduga milik pelaku, nampak ia mengunggah video yang memperlihatkan dirinya berambut gondrong.

Unggahan video itu pun sontak diserbu netizen hingga mencapai 10 ribu komentar lebih.

“Woy nih orangnya yang menusuk syekh Ali Jabar,” kata akun Iyan Es Battu di kolom komentar postingan video FB diduga milik pelaku.

“Semoga kau cepat bertobat dan di ampuni Allah. Kalo di Palembang udh gk bentuk lg tu muka lu,” sambung akun Iman Dwi Putra.

Sejumlah netizen yang berkomentar di akun FB diduga milik AA tersebut juga mengaku heran pelaku disebut mengalami gangguan jiwa.

Pasalnya, menurut mereka tidak mungkin orang yang gangguan jiwa punya akun media sosial.

“Gila 4 tahun, tapi 2019 masih main fb anying,” ujar akun Claudio Sagala.

“Orang gila kok main fb,” timpal akun Arep Yun MinaTalia Reva.

Akun FB diduga milik pelaku penusuk Syekh Ali Jaber. (Foto: Instagram @ndorobeii)

Sebelumnya, salah seorang saksi mata kejadian Ustaz Nazir (27) mengatakan bahwa peristowa penusukan Syekh Ali Jaber tersebut terjadi pada pukul 17.20.

Ketika itu, kata Ustaz Nazir, Syekh Ali Jaber sedang berinteraksi dengan salah seorang santri dan orang tua santri tersebut.

“Pada saat itu Syekh Ali Jaber sedang berinteraksi dengan berinteraksi dengan salah seorang santri dan ibunya, dan sang ibu meminta swafoto bersama Syekh Ali Jaber,” ujarnya, Minggu 13 September 2020 seperti dikutip dari Viva.

Menurutnya, saat itu handphone milik orang tua santri kapasitas memori tidak mencukupi.

“HP ibu santri tersebut penuh memorinya, selanjutnya Syekh Ali Jaber meminta kepada penonton untuk meminjamkan HP kepada orang tua santri tersebut,” ujarnya.

Tak lama kemudian, kata Nazir, datang seorang pemuda naik, seluruh orang mengira jika dia hendak meminjamkan HP, namun malah terjadi kejadian tersebut.

“Waktu ditanya tidak mengetahui apa yang dilakukannya, menurut keterangan dari orang tua pelaku sudah 4 tahun ini mengalami gangguan kejiwaan,” ungkapnya.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Beredar Kabar Jutaan Pekerja Terancam Batal Terima Subsidi Gaji Rp 600 Ribu, Ini Faktanya

Dukung Pembelajaran Jarak Jauh, ATSI-Kemendikbud Teken Kerja Sama Bantuan Kuota Belajar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar