Resesi Sudah di Depan Mata, Luhut Minta Jangan Khawatir

Luhut Binsar Panjaitan
Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Kompas)

Terkini.id, Jakarta — Indonesia saat ini berada di ambang resesi setelah pertumbuhan ekonomi mengalami minus 5,3 persen pada kuartal II lalu.

Menkopolhukam Mahfud MD bahkan menyebut Indonesia akan dilanda resesi ekonomi bulan depan.

“Sementara kehidupan ekonomi turun terus. Bulan depan hampir dapat dipastikan 99,9 persen akan terjadi resesi ekonomi di Indonesia,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara temu seniman dan budayawan Yogya di Warung Bu Ageng, Jalan Tirtodipuran, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Sabtu 29 Agustus 2020..

Menarik untuk Anda:

Akan tetapi, Mahfud meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir. Mengingat resesi bukanlah krisis ekonomi.

Hal yang sama juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Panjaitan.

Menurut Luhut, masyarakat tidak perlu cemas dengan ancaman resesi ekonomi. Ia menegaskan pemerintah tetap bekerja keras untuk menjaga ekonomi agar tetap tumbuh positif pada kuartal III tahun ini.

Itu dilakukan karena pertumbuhan ekonomi minus 5,3 persen pada kuartal II.

Luhut mengatakan kalau pun pertumbuhan ekonomi berada di bawah nol persen dan Indonesia masuk ke fase resesi, itu juga tak perlu terlalu dicemaskan.

“Kami jangan ditakut-takuti kalau ada sampai negatif di kuartal III ini, kami berjuang sekuat kuatnya. Tapi kalau itu pun terjadi, itu bukan akhir dari segala-galanya,” kata Luhut saat menjadi Keynote Speaker dalam Kickoff Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Minggu 30 Agustus 2020 dikutip dari cnnindonesia.

Luhut juga menegaskan dibandingkan dengan negara-negara maju dan berteknologi tinggi, Indonesia akan lebih cepat dalam melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi covid-19.

Dalam obrolannya dengan Bank Dunia (World Bank) pada Sabtu (29/8), Luhut mengatakan Indonesia kecepatan pemulihan itu terjadi karena pertumbuhan ekonominya bergantung dengan konsumsi yang kontribusinya mencapai 58 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB).

“Mereka sebut Indonesia lebih mudah recovery karena memiliki komposisi pertumbuhan ekonomi didominasi oleh konsumsi, dibandingkan negara-negara lain yang hanya manfaatkan tekonologi saja. Makanya kami siapkan ini. Apalagi UMKM ini bisa jadi pendorong konsumsi domestik,” katanya.

Menurutnya, dengan kombinasi sektor konsumsi yang ditopang UMKM serta pengembangan teknologi informasi yang dimiliki, ekonomi Indonesia akan lebih mudah pulih.

Karena itu lah, Luhut meminta semua pihak memupuk semangat inovasi dan tak pesimistis dengan kondisi saat ini. Sebab, dalam hidup, kata dia optimisme sangat penting supaya Indonesia bisa keluar dari tekanan.

“Itu saya alami dalam perjalanan karir saya. Dalam keadaan yang sulit pun saya tetap optimistis, pasti saya dapat solusi untuk menyelesaikan masalah itu,” tuturnya.

Luhut juga mengklaim saat ini ini lebih dari seribu anak muda Indonesia telah bekerja sama mengembangkan inovasi berbasis teknologi dalam mendorong UMKM maupun penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional.

“Kemarin saya video call dengan para anak muda dari semua platform itu. Mereka bertekad tidak hanya ingin ambil untung tetapi juga ingin memberikan yang terbaik untuk negeri,” tandasnya.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Warga di Bulukumba Pasang Baliho Tolak Politik Uang di Pilkada 2020

3 Prajurit TNI Jadi Korban Penembakan KKB Papua di Nduga

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar