Sebut Wabah Covid Ditunggangi, dr Tirta: Apa yang Diteriakkan Jerinx Akhirnya Terbukti

dr Tirta
dr Tirta. (Foto: Instagram @dr.tirta)

Terkini.id, Jakarta – Aktivis kemanusiaan dr Tirta menyebut bahwa wabah COVID-19 ditunggangi oleh sejumlah pihak. Ia pun menyinggung WHO hingga kabar virus tersebut berasal dari China.

Dalam penjelasannya, dr Tirta menilai China masuk dalam gerakan vaksin WHO, COVAX, yang digagas WHO dan Bill Gates di belakangnya.

Teori lain, kata Tirta, juga pernah dilontarkan Flat Earth 101 bahwa virus tersebut adalah senjata biologis yang ditransmisikan oleh China.

Menarik untuk Anda:

“Jadi apa yang diteriakkan Jerinx dan FE 101 tentang konspirasi COVID-19 di elite global akhirnya terbukti,” ungkap dr Tirta, Sabtu 15 Oktober 2020 seperti dikutip dari detikcom.

Tirta kemudian menjelaskan bagaimana isu COVID-19 kini sudah ditemukan vaksinnya di bawah organisasi PBB, WHO. 

Adapun sejumlah poin yang disampaikan dr Tirta terkait hal itu dikatakannya berasal dari informasi sebuah jurnal yang ia peroleh.

“WHO sudah memproduksi vaksin lewat gerakan bernama COVAX. Gerakan tersebut digalang WHO bersama dua organisasi kesehatan, GAVI dan CEPI, yang salah satunya dilatarbelakangi oleh Bill Gates,” ujar dr Tirta.

“Indonesia disebut tergabung dalam 170 negara yang ikut serta dalam gerakan COVAX. Gerakan ini menjanjikan, pemberian vaksin bagi 20 persen populasi penduduk di suatu negara, mengakhiri fase akut dari pandemi dan membangun ekonomi,” sambungnya.

Selain itu, pria berkacamata ini juga menyoroti tentang sejumlah demonstrasi yang terjadi di Indonesia belum lama ini.

Tirta meyakini ada benang merah yang berkaitan dengan pemasaran vaksin yang ditemukan WHO bernama COVAX serta pernyataan terbaru dari WHO soal pembatasan sosial di momen pandemi.

“Setelah demo omnibus law, WHO tiba-tiba ber-statement, lockdown nggak penting. Yang mengatakan adalah David Navarro (Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, WHO). Ini suatu kebetulan yang sangat aneh,” ungkap dr Tirta.

“Terjadinya demo ini, tiga hari kemudian WHO mengemukakan lockdown itu tidak penting. Dan memuji negara-negara yang tidak melakukan lockdown karena akan mengganggu ekonomi negara tersebut,” tambahnya.

Tirta menilai, omnibus law bukan satu-satunya isu yang semestinya jadi sorotan. Ia menyebut demo yang terjadi mengaburkan kesepakatan penyebaran vaksin COVAX dari WHO di Indonesia yang sudah disahkan dalam Perpres No 99 Tahun 2020 sehari setelah omnibus law disahkan.

Adapun aturan dalam perpres tersebut menyebutkan beberapa golongan yang ditetapkan akan mendapatkan giliran vaksin. 

Dokter Tirta menyebut dirinya masuk di gelombang pertama yang tergolong dalam garda terdepan orang-orang yang menangani COVID-19.

“Saya merupakan salah satu penerima vaksin paling pertama. Tapi saya mengajari kalian, ternyata kita hanyalah pion-pion catur yang dimainkan oleh para elite global,” bebernya.

Oleh karenanya, ia menyimpulkan virus COVID-19 yang berasal dari China sengaja disebar ke Indonesia. 

Hal ini, kata dr Tirta, dilihat dari data masuknya turis China ke Indonesia per Februari 2020. Turis-turis China disebut menjadi penyumbang pariwisata terbesar di Indonesia.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Beredar Kabar Sebut Abu Janda dalam Kondisi Koma, Ini Faktanya

Satgas Covid-19 Minta Destinasi Wisata Antisipasi Klaster Libur Panjang

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar