Tindak Lanjut UU Cipta Kerja, Pemerintah Siapkan Lima Perpres

UU Cipta Kerja
Demo penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. (Foto: Tribunnews)

Terkini.id, Jakarta – Sebagai langkah tindak lanjut dari UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR beberapa waktu lalu, Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan lima Peraturan Presiden atau Perpres dan 35 Peraturan Pemerintah (PP).

“Akan ada 35 Peraturan Pemerintah dan lima Peraturan Presiden yang disiapkan sebagai tindak lanjut dari UU Cipta Kerja,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko lewat keterangan persnya, Sabtu 17 Oktober 2020.

Lewat 5 Prepres dan 35 PP turunan UU Cipta Kerja tersebut, Moeldoko berharap para pekerja dan buruh bisa diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan masukannya.

Menarik untuk Anda:

Ia menilai kesempatan tersebut sebagai penyeimbang dari dugaan ketimpangan yang selama ini dipandang ada di dalam undang-undang tersebut.

“Kami memberikan kesempatan dan akses pada teman-teman pekerja dan buruh untuk ikut memikirkan bagaimana mereka menanggapi ini nantinya. Bagaimana instrumen ini bisa diandalkan sebagai penyeimbang,” ujar Moeldoko.

Kendati menyadari bahwa UU Cipta Kerja adalah langkah pemerintah yang memunculkan risiko dan perdebatan, namun Moeldoko percaya langkah tersebut diambil seorang pemimpin yang berani mengambil risiko demi kesejahteraan rakyat.

“Presiden Jokowi memilih untuk tidak takut mengambil risiko. Mengambil jalan terjal dan menanjak,” ujarnya.

Ia pun meyakini UU Cipta Kerja merupakan salah satu pendekatan inovasi sosial yang mendesak dan perlu dilakukan.

Menurutnya, Jokowi menyadari bonus demografi yang luar biasa, sedangkan 80 persen angkatan kerja tingkat pendidikannya masih rendah.

“Setiap tahun ada penambahan 2,9 juta angkatan kerja baru. Pandemi ikut mempengaruhi. Pemerintah memikirkan bagaimana mereka harus mendapatkan pekerjaan dengan menyederhanakan dan mensinkronisasikan berbagai regulasi lapangan kerja,” jelasnya.

Sebelumnya, Moeldoko menyebut bahwa omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) merupakan upaya pemerintah agar Indonesia dapat mengikuti kompetisi global.

Menurutnya, UU Cipta Kerja akan mengubah wajah rakyat Indonesia menjadi bahagia karena memiliki harga diri dan bermartabat.

“Wajah baru Indonesia adalah wajah rakyat. Wajah bahagia di mana kita punya harga diri, punya martabat. Rakyat yang mempunyai daya saing, punya peluang dan karier, serta punya masa depan. Mau diajak bahagia saja kok susah amat,” kata Moeldoko lewat siaran persnya kepada awak media, Sabtu 17 Oktober 2020.

Ia pun mengungkapkan bahwa UU Cipta Kerja telah disusun sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang visi “Indonesia Maju”.

Adapun visi Indonesia Maju tersebut, kata Moeldoko, antara lain pembangunan sumber daya manusia (SDM), reformasi birokrasi, dan transformasi ekonomi.

“Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah berupaya menciptakan lapangan kerja baru seluas-luasnya,” ujar Moeldoko.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Beredar Postingan Foto Sebut Jokowi Sanggup Jadi Dokter, Ini Faktanya

Beredar Kabar Sebut Abu Janda dalam Kondisi Koma, Ini Faktanya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar