UU Ciptaker Tuai Polemik, Moeldoko: Rakyat Mau Diajak Bahagia Kok Susah Amat

Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: Liputan6)

Terkini.id, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut bahwa omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) merupakan upaya pemerintah agar Indonesia dapat mengikuti kompetisi global.

Menurutnya, UU Cipta Kerja akan mengubah wajah rakyat Indonesia menjadi bahagia karena memiliki harga diri dan bermartabat.

“Wajah baru Indonesia adalah wajah rakyat. Wajah bahagia di mana kita punya harga diri, punya martabat. Rakyat yang mempunyai daya saing, punya peluang dan karier, serta punya masa depan. Mau diajak bahagia saja kok susah amat,” kata Moeldoko lewat siaran persnya kepada awak media, Sabtu 17 Oktober 2020.

Menarik untuk Anda:

Ia pun mengungkapkan bahwa UU Cipta Kerja telah disusun sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang visi “Indonesia Maju”.

Adapun visi Indonesia Maju tersebut, kata Moeldoko, antara lain pembangunan sumber daya manusia (SDM), reformasi birokrasi, dan transformasi ekonomi.

“Melalui UU Cipta Kerja, pemerintah berupaya menciptakan lapangan kerja baru seluas-luasnya,” ujarnya.

Moeldoko menilai, UU Cipta Kerja merupakan solusi terhadap rumitnya birokrasi dan regulasi yang selama ini menghambat investasi di Indonesia.

“UU Cipta Kerja ini merupakan penyederhanaan regulasi yang dibutuhkan, sehingga mau tidak mau birokrasi juga harus mengalami reformasi,” jelasnya.

Terkait penolakan terhadap UU Cipta Kerja dari berbagai pihak, Moeldoko menyebut hal itu terburu-buru lantaran mereka tak memahami substansi undang-undang itu sendiri.

“Saya lihat banyak tokoh yang sesungguhnya belum memahami isi sepenuhnya, tapi keburu menolak,” kata Moeldoko.

“Padahal saat ini yang dibutuhkan adalah sebuah persatuan. Mereka menyampaikan keberatan isi substansi dari undang-undang yang mungkin itu konsep sebelum disahkan,” sambungnya.

Meski demikian, ia mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap teguh mengambil sikap untuk berinovasi menjawab tantangan global.

Presiden Jokowi, kata Moeldoko, tak takut mengambil risiko meski UU Cipta Kerja menimbulkan banyak perdebatan.

“Presiden Jokowi memilih untuk tidak takut mengambil risiko. Mengambil jalan terjal dan menanjak,” ujarnya.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Beredar Postingan Foto Sebut Jokowi Sanggup Jadi Dokter, Ini Faktanya

Beredar Kabar Sebut Abu Janda dalam Kondisi Koma, Ini Faktanya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar