AGH Muh Harisah Pecinta Ilmu

Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi) kolom firdaus muhammad
Firdaus Muhammad. (terkini.id/hasbi)

Menulislah, karena menulis itu pekerjaan ulama, dan menulislah atau engkau ditulis, demikian pesan Anregurutta Haji (AGH) Muhammad Harisah bin Abduh Shafa (1947-2013).

Pendiri Pondok Pesantren An-Nahdlah Makassar, sekaligus pimpinan hingga wafat. Beliau dilahirkan di Bone 1947 dan wafat di Makassar, 20 Mei 2013.

Keluarga Besar Pesantren An-Nahdlah menggelar khataman quran pada Rabu, 20 Mei 2020, sebagai peringatan 7 tahun wafatnya sang kiai yang seluruh hidupnya didedikasikan pada ilmu. Sosok ulama pecinta ilmu.

Risalah keilmuan AGH. Muh. Harisah AS berawal dari abahnya, AGH. Abduh Safa. Kemudian mengaji kitab kuning pada AGH. Muh. Yunus Maratan, sosok ulama yang diakui AGH. Muh. Harisah AS sebagai figur yang cukup mewarnainya.

Setelah hijrah ke Makassar, rihlah ilmiahnya berlanjut dengan berguru pada AGH. Muhammad Nur, AGH. Abdul Kadir, MA dan AGH. Mustafa Nuri LAS. Sembari berguru pada sejumlah ulama tersebut, AGH. Muh. Harisah AS mendedikasikan hidupnya memelihara tradisi pesantren, mulai dari mangaji kitab kuning dan mappangaji hingga akhir hayatnya.

Baca juga:

AGH. Muh. Harisah AS selama hidupnya membina Pesantren An-Nahdlah, terutama pengajian kitab kuning selama 30 tahun lebih itu.

Menyimak perjalanan hidup AGH. Harisah AS mencerminkan sosoknya pecinta ilmu sepanjang hayat, belajar dari orang tua, belajar di Pesantren Asadiyah Sengkang, kemudian IAIN kini UIN Alauddin Makassar.

Disamping belajar secara formal, beliau juga mengaji pada beberapa ulama dan tarekat. Selama hidupnya, beliau mengamalkan tarekat al-Muhammadiyah sebagai mursyid yang telah menerima ijazah dari AGH. Muh. Nur dan AGH. Junaid Sulaiman.

Beliau membaiat seluruh santrinya yang menamatkan di pesantren yang didirikannya 1986 itu dibait pada tarekat tersebut. Setelah wafat, maka baiat tarekat dilanjutkan adik kandung beliua, AGH. Baharuddin HS hingga sekarang.

Keteladanan ulama dan ikhtiar menjaga silsilah keilmuannya menjadikan sosok ulama disegani dan diteladani, sosok pribadi yang hendak mendedikasikan dirinya di jalan Allah dengan menjaga tradisi pesantren, kitab kuning, dan akhlak para santri.

Mengenang jasa dan keteladanan allahuyarham AGH. Muh. Harisah AS, sejumlah karya dilahirkan oleh santri, alumni, guru dan keluarganya. Diantaranya; AGH. Muh. Harisah AS Mewariskan Pesantren, Sujud Sang Kiai Kesaksian Santri, Mutiara Doa Kumpulan Doa yang ditulis AGH. Muh. Harisah AS hingga buku Kearifan Dalam Bingkai Aswaja Tazkirah KH. Muh. Harisah AS Pendiri Pesantren An-Nahdlah terbit Mei 2015 ditulis Dr. H. Afifuddin Harisah Lc, MA putra AGH. Muh. Harisah yang juga Pimpinan Umum Pesantren An-Nahdlah, menggantikan sang ayah.

Tradisi keilmuan AGH. Harisah AS sepanjang hayatnya dedikasikan untuk ilmu.

Firdaus Muhammad,

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar dan Ketua Komisi Dakwah MUI Sulsel

Komentar

Rekomendasi

Rasisme itu Dosa Asal Amerika

Ekstrem Kanan dan Ekstrem Kiri di Amerika Serikat

Anarkis itu Suara yang Tak Terdengarkan

Hong Kong Konawe

Pesan-Pesan Ramadan dari New York

>
Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar