Antara Rasisme di Amerika dan Kasus Rasisme di Indonesia

Shamsi Ali Imam Masjid New York/ ist

KETIKA saya menyoroti dan mengeritik tajam pernyataan seorang pandeta di Oakland, banyak yang menyangka saya menutup mata terhadap berbagai ketidakberesan yang ada di negeri ini.

Seolah saya tidak peduli, tak krisis, dan tidak ingin membela mereka yang terzholimi haknya.

Saya ingin pertegas sekali lagi, bahwa bagi saya keadilan tidak dibatasi oleh di dinding apapun, termasuk dinding agama.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Keadilan harus ditegakkan walau itu bertentangan dengan kepentingan diri dan kelompok sendiri.

Karenanya saya akan membela siapa saja dan mengkritisi siapa saja jika saya merasa di mana perlu dibela atau dikritisi.

Karenanya toleransi sebagai bagian dari keadilan harus ditegakkan untuk dan kepada siapa saja.

Toleran kepada Umat yang berbeda keyakinan harus ditegakkan walaupun itu mungkin sebuah kenyataan pahit.

Maka bagi saya pelarangan membangun gereja, selama itu tidak melanggar aturan-aturan yang ada harus dikritisi.

Tapi sabaliknya larangan membangun masjid, selama itu tidak melanggar aturan-aturan yang ada juga harus dikritisi.

Pelarangan keduanya (membangun gereja atau masjid), baik dalam pandangan agama maupun konstitusi tidak dibenarkan.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

New Normal itu Bukan “Old Normal”

Menikah di Era New Normal

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar