Jaga Nama Baik Bangsa!

Imam Besar Masjid New York/ Imam Shamsi Ali

KITA hidup dalam dunia yang tidak sempurna. Barbagai permasalahan hidup membebani kehidupan kita. Dari permasalahan ekonomi, politik, keamanan, hingga gesekan sosial di masyarakat.

Kita sebagai bangsa Indonesia pastinya bukan pengecualian. Sebagai bangsa besar yang sangat ragam, baik secara etnis, ras, budaya dan agama, Indonesia tidak terbebaskan dari gesekan-gesekan sosial itu.

Tentu di satu sisi kita terganggu, bahkan mungkin pada tataran tertentu kita khawatir dan resah akan masa depan bangsa ini.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Tapi di satu sisi, selain kita memang hidup dalam dunia nyata yang penuh ketidak sempurnaan, juga kerap kali tindakan kita didorong oleh kepentingan sempit dan parsial.

Di saat-saat saperi itulah yang seharusnya disadari adalah bahwa masa depan bangsa ini akan banyak ditentukan oleh cara pandang (mindset) dan karakter kebangsaan yang kita bangun bersama dalam melihat permasalahan-permasalahan Kebangsaan kita.

Saya melihat bahwa dalam suasana seperti saat ini, di hadapan kita hanya dia kemungkinan pilihan. Membangun pandangan positif yang konstruktif. Atau sebaliknya membangun pandangan negatif yang destruktif.

Modal Kebangsaan

Selain pandangan dan karakter positif yang konstruktif di atas, kita juga harusnya disadarkan oleh kenyataan bahwa bangsa ini memilki modal kebangsaan yang solid.

Itulah jiwa dan karakter kebersamaan, gotong royong dan semangat kekeluargaan yang mengakar dalam kehidupan kita sebagai bangsa.

Bahwa bangsa kita, dengan segala kekurangan dan ketidak sempurnaan itu memilki tabiat asli (genuine character) yang harusnya menjadi dasar dalam membangun interaksi kebangsaan itu.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

New Normal itu Bukan “Old Normal”

Menikah di Era New Normal

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar