New Normal itu Bukan “Old Normal”

Imam Besar Masjid New York/ Imam Shamsi Ali

SABTU Lalu, 27 Juni 2020 pagi WIB, saya menyampaikan hikmah Halal Bihalal pada acara pembukaan Pertemuan Cendekiawan Bugis Makassar se-Dunia melalui online.

Acara yang dihadiri oleh lebih seribuan peserta itu juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional Sul-Sel, seperti JK, Syahrul Yasin Limpo, dan lain-lain.

Hadir juga memberikan sambutan di acara pembukaan Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Nurdin Abdullah.

Scroll ke Bawah untuk melanjutkan

Sementara mantan Wakil Presiden, Bapak Jusuf Kalla, hadir sebagai pembicara utama (keynote) sekaligus membuka acara secara resmi.

Dalam ceramah saya sampaikan terima kasih dan penghargaan, sekaligus kebahagiaan bisa hadir bersama para tokoh dan Cendekiawan Bugis Makassar sedunia.

Saya juga menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah upaya untuk menggali (uncover) potensi-potensi tersembunyi dari daerah dan putra-putrì daerah.

Warga Bugis Makassar, sebagaimana setiap daerah di nusantara, memilki keunikan tersendiri.

Mereka memiliki keuletan dan motivasi kerja, serta mental saing yang dibangun di atas keberanin yang tinggi.

Falsafah “siri” yang biasanya ditandai oleh “badi’” atau keris menggambarkan keberanian itu.

Karenanya pertemuan Cendekiawan ini bisa mengarahkan potensi ini ke arah yang positif dan maksimal, sebagai bagian dari upaya untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan dunia.

Rekomendasi

Mungkin Anda Suka

Menikah di Era New Normal

Antara Rasisme di Amerika dan Kasus Rasisme di Indonesia

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar