Tren Cuci Vagina dengan Lemon, Dokter Ingatkan Ini Bahayanya

Tren Cuci Vagina dengan Lemon, Dokter Ingatkan Ini Bahayanya

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Banyak kabar terkait kebersihan vagina bila dibersihkan menggunakan perasan air lemon. Konon, hal itu dapat menghilangkan bau tidak sedap di area kewanitaan.

Benar atau tidak, sih? Tips itu sendiri sebelumnya ramai dibicarakan di banyak forum online. Isinya membahas jika mencuci vagina dengan lemon atau air lemon dapat menghilangkan bau tak sedap di bagian sensitif wanita.

Ada juga yang percaya membersihkan vagina dengan air lemon bisa menghindari wanita mengalami kehamilan. Dilansir Daily Star, seperti dikutip dari Suara.com, jejaring Terkini.id, 11 Juni 2021, orang-orang Tanzania meyakini mencuci alat kelamin dengan lemon akan menghilangkan sperma setelah berhubungan seks.

Sementara, yang lain mengklaim daun lemon juga bisa menjaga vagina agar tetap segar.

Menanggapi hal tersebut, seorang dokter, Sarah Jarvis GP memperingatkan, tren tersebut cukup berbahaya lantaran berisiko merusak lapisan halus vulva dan dapat menyebabkan sariawan di sekitarnya.

Untuk itu, ia mengimbau kaum Hawa mengetahui cara-cara tersebut tidak diperkenankan. Sejatinya, Sarah mengatakan praktik tersebut dapat menyebabkan bahaya serius.

“Ini adalah ide yang buruk untuk mencuci vagina Anda dengan air lemon. Air lemon sangat asam (penuh dengan asam sitrat), yang dapat merusak lapisan halus vagina Anda," bebernya.

Menurutnya lagi, jelas cara itu bisa menyebabkan rasa sakit, iritasi, dan nyeri saat bercinta. Tentunya, juga bisa mengganggu keseimbangan pH vagina.

“Melakukan hal itu bisa membuat Anda rentan terhadap infeksi vagina seperti sariawan dan bakteri vaginosis (BV),” imbuhnya.

Faktanya, bakteri vaginosis sendiri merupakan infeksi yang dapat menyebabkan alat kelamin perempuan memiliki bau yang tidak sedap seperti ikan.

“Air lemon juga tidak menghentikan kehamilan, dan satu-satunya cara untuk melakukannya dengan aman dan efektif adalah dengan menemui profesional kesehatan untuk diagnosis dan untuk mendiskusikan masalah apa pun yang mungkin Anda miliki tentang kesehatan intim dan vagina Anda,” saran Sarah.

National Health Service (NHS) mencatat di situs webnya, vagina sebenarnya dapat otomatis membersihkan vagina seseorang, dan akan tetap segar melalui sekresi yang keluar.

“Hindari sabun beraroma, gel dan antiseptik karena ini dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri dan tingkat pH yang sehat di vagina dan menyebabkan iritasi,” pesan Sarah.

Ia menambahkan, gunakan sabun biasa tanpa pewangi untuk mencuci area sekitar vagina (vulva) dengan lembut setiap hari. Vagina akan membersihkan dirinya sendiri di dalam tubuh seseorang dengan cairan vagina alami (keputihan).

“Jika Anda sangat sensitif maka air biasa, air hangat harus cukup untuk membersihkan bagian luar (vulva) dan saluran vagina harus dibiarkan saja,” tutup Sarah.