MPBI Universitas Terbuka Perkuat Identitas Budaya Anak Diaspora melalui PkM Internasional di Davao City Filipina

MPBI Universitas Terbuka Perkuat Identitas Budaya Anak Diaspora melalui PkM Internasional di Davao City Filipina

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Filipina – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat identitas budaya generasi muda Indonesia di luar negeri melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bertajuk International Community-Based Educational Program for Cultural Revitalization through Playful Learning for Indonesian Descent Children in Davao City, Philippines.

Kegiatan yang berlangsung pada 27–31 Juli 2026 di Sekolah Indonesia Davao (SID), Filipina, tersebut merupakan tahun kedua pelaksanaan program setelah mendapat respons positif pada penyelenggaraan sebelumnya.

Program ini dirancang untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia di kalangan anak-anak diaspora melalui pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan berbasis pengalaman.

Ketua Tim PkM Internasional MPBI Universitas Terbuka, Dr. Widya Rizky Pratiwi, S.Pd., M.M., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya Universitas Terbuka menghadirkan pendidikan berbasis budaya bagi warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri.

"Program ini bukan sekadar kegiatan pengabdian kepada masyarakat, melainkan sebuah gerakan pendidikan berbasis budaya yang dirancang untuk membangun rasa bangga anak-anak diaspora terhadap identitas Indonesia melalui pendekatan playful learning," ujar Dr. Widya.

Menurutnya, melalui metode tersebut peserta tidak hanya mempelajari budaya Indonesia secara konseptual, tetapi juga mengalaminya secara langsung melalui berbagai aktivitas kreatif sehingga nilai-nilai budaya dapat tertanam sebagai bagian dari identitas mereka.

Diawali Courtesy Call ke KJRI Davao

Sebelum pelaksanaan kegiatan utama, tim MPBI Universitas Terbuka mengawali rangkaian program dengan melakukan Courtesy Call di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City.

Pertemuan tersebut dihadiri Konsul Jenderal RI Agus Trenggono, jajaran KJRI Davao, serta pimpinan Sekolah Indonesia Davao.

MPBI Universitas Terbuka Perkuat Identitas Budaya Anak Diaspora melalui PkM Internasional di Davao City Filipina
MPBI Universitas Terbuka

Selain memaparkan agenda kegiatan selama satu pekan, pertemuan juga membahas penguatan kerja sama antara Universitas Terbuka, KJRI Davao, Sekolah Indonesia Davao, serta dua perguruan tinggi di Filipina, yakni Mindanao State University (MSU) dan Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST).

Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung pelestarian bahasa dan budaya Indonesia melalui pendidikan lintas negara.

Mengenalkan Budaya Indonesia Lewat Pendekatan Bermain

Selama pelaksanaan program, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang dikemas secara interaktif.

Setelah mendapatkan materi mengenai Budaya dan Identitas Bangsa, siswa diajak mengikuti berbagai permainan edukatif (ice breaking) dan Workshop Mading Jelajah Nusantara.

Dalam workshop tersebut, para siswa mengeksplorasi beragam kekayaan budaya Indonesia, mulai dari rumah adat, pakaian adat, kuliner tradisional, alat musik daerah, cerita rakyat hingga nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, yang kemudian dituangkan dalam karya majalah dinding secara kreatif dan kolaboratif.

Festival Budaya Nusantara Semarakkan Kegiatan

Antusiasme peserta semakin terlihat pada pelaksanaan Festival Budaya Nusantara.

Dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, sembilan siswa menampilkan lagu daerah dan lagu nasional secara individu, sementara enam kelompok mempertunjukkan tarian tradisional Nusantara.

Festival tersebut menjadi ruang bagi anak-anak diaspora untuk mengekspresikan kecintaan dan kebanggaan terhadap budaya Indonesia di tengah kehidupan masyarakat multikultural Filipina.

Perkuat Persahabatan Indonesia dan Filipina

Nuansa internasional juga hadir melalui sesi "Bridging Culture and Strengthening Friendship: An Indonesia–Philippines Cultural Exchange" yang dibawakan oleh perwakilan Mindanao State University (MSU).

Materi tersebut menyoroti pentingnya pertukaran budaya sebagai sarana mempererat hubungan Indonesia dan Filipina sekaligus membangun pemahaman lintas budaya di kalangan generasi muda kedua negara.

Pameran Hasil Belajar dan Sosialisasi Kuliah di Universitas Terbuka

Pada hari terakhir, seluruh hasil pembelajaran dipamerkan dalam kegiatan Market Day yang menampilkan mading budaya, media pembelajaran kreatif, dan berbagai karya siswa.

Universitas Terbuka juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, termasuk peluang melanjutkan pendidikan tinggi serta program beasiswa bagi masyarakat Indonesia yang berdomisili di luar negeri.

Serahkan Hibah Pendidikan untuk Sekolah Indonesia Davao

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim MPBI Universitas Terbuka menyerahkan sejumlah hibah kepada Sekolah Indonesia Davao.

Bantuan tersebut meliputi tablet, perlengkapan asrama, koleksi pakaian adat Indonesia, perlengkapan sekolah, media pembelajaran digital, hingga berbagai souvenir edukatif yang diharapkan dapat menunjang pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia secara berkelanjutan.

Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Guru dan Siswa

Program PkM Internasional tersebut mendapat apresiasi dari guru maupun siswa Sekolah Indonesia Davao.

Mereka menilai kegiatan yang dilaksanakan Universitas Terbuka tidak hanya menghadirkan pembelajaran budaya yang kreatif, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek psikososial peserta melalui pendekatan yang penuh penghargaan, kasih sayang, serta berbagai bentuk apresiasi.

Berbagai kompetisi, hadiah, souvenir, hingga dukungan fasilitas pendidikan dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kebanggaan peserta sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Dr. Widya menegaskan, ukuran keberhasilan program bukan semata pada banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan tumbuhnya rasa memiliki terhadap budaya Indonesia di kalangan anak-anak diaspora.

"Kami ingin mereka tidak hanya mengenal Indonesia melalui cerita, tetapi juga mengalaminya secara langsung melalui permainan, seni, budaya, dan kolaborasi yang menyenangkan. Ketika mereka bernyanyi, menari, mengenakan pakaian adat, membuat mading budaya, hingga bekerja sama dalam berbagai kegiatan, di situlah identitas kebangsaan mulai tumbuh dan mengakar," katanya.

Melalui program ini, MPBI Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka kembali menegaskan perannya sebagai pelopor inovasi pengabdian kepada masyarakat yang memadukan pendidikan, budaya, dan kolaborasi internasional.

Dengan mengusung semangat Strengthening Cultural Identity through Playful Learning, program tersebut diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dalam memperkuat identitas budaya generasi muda diaspora Indonesia sekaligus mempererat hubungan pendidikan dan persahabatan antara Indonesia dan Filipina.