Munas VIII PSMTI Digelar di Jakarta, 30 Provinsi dan 260 Kabupaten/Kota Siap Hadir

Munas VIII PSMTI Digelar di Jakarta, 30 Provinsi dan 260 Kabupaten/Kota Siap Hadir

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VIII pada 4-6 September 2026 di Jakarta.

Munas VIII menjadi forum tertinggi organisasi untuk mengevaluasi perjalanan PSMTI selama periode kepengurusan berjalan sekaligus menentukan arah organisasi untuk empat tahun ke depan.

Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta mengatakan rangkaian Munas VIII akan diawali dengan rapat pimpinan yang diikuti para ketua dewan dan ketua PSMTI dari berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut dia, sebanyak 30 provinsi dan 260 kabupaten/kota telah menyatakan kesiapan untuk mengikuti rangkaian agenda tersebut.

“Tanggal 4 September kita diawali dulu dengan rapat pimpinan dengan seluruh ketua-ketua provinsi se-Indonesia, yang sudah menyatakan siap hadir sebanyak 30 provinsi dan 260 kabupaten/kota,” ujar Wilianto.

Sebagaimana diketahui, rapat pimpinan tersebut menjadi bagian penting sebelum memasuki agenda utama Munas.

Dalam forum itu, jajaran pengurus daerah akan menyampaikan aspirasi sekaligus membahas berbagai program kerja yang telah dijalankan selama empat tahun terakhir.

Wilianto mengatakan evaluasi tersebut juga akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan sikapnya terkait kemungkinan kembali maju sebagai Ketua Umum PSMTI.

“Nanti di rapat pimpinan itu kita mau dengarkan aspirasi dari ketua-ketua provinsi termasuk program-program kerja selama empat tahun kepemimpinan saya. Nanti di sana itu baru saya bisa menyatakan sikap apakah saya lanjut untuk periode yang kedua,” jelasnya.

Pemilihan Ketua Umum Jadi Agenda Utama

Setelah rapat pimpinan dan pembukaan Munas, agenda utama akan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026.

Musyawarah dan pemilihan ketua umum dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB. Forum ini akan menentukan kepemimpinan PSMTI untuk periode berikutnya.

Selain pemilihan ketua umum, Munas VIII juga menjadi momentum untuk membahas keberlanjutan program organisasi serta aspirasi dari jajaran pengurus PSMTI di daerah.

Wilianto menegaskan bahwa keputusan mengenai pencalonan dirinya untuk periode kedua akan disampaikan setelah mendengar aspirasi dari para ketua provinsi.

Dengan demikian, Munas VIII tidak hanya menjadi forum pergantian atau penetapan kepemimpinan, tetapi juga ruang konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah.

Diikuti Sekitar 700 Peserta

Rangkaian Munas VIII akan dibuka pada Jumat malam, 4 September 2026. Berdasarkan informasi panitia, sekitar 700 peserta dijadwalkan mengikuti rangkaian kegiatan Munas.

Sejumlah tokoh dan pejabat negara juga diagendakan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Namun, inti pelaksanaan Munas tetap berada pada forum musyawarah organisasi, terutama pembahasan program kerja dan penentuan kepemimpinan PSMTI untuk periode mendatang.

“Malamnya kita adakan pembukaan, menurut panitia sudah 700-an peserta,” kata Wilianto.

Rangkaian Munas VIII kemudian akan ditutup pada Minggu, 6 September 2026, melalui kegiatan jalan pagi sehat yang terbuka untuk masyarakat umum.

Kegiatan penutup tersebut diperkirakan diikuti sekitar 10 ribu peserta.

Bagi PSMTI, Munas VIII menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal, menyerap aspirasi pengurus daerah, mengevaluasi program yang telah berjalan, serta menyusun arah organisasi untuk empat tahun mendatang.