Botok Akui Vidcall dengan Prabowo Sehari Sebelum Demo 27 Agustus, dan Ungkap Alasan Bubar Sebelum Pukul 14.00

Botok Akui Vidcall dengan Prabowo Sehari Sebelum Demo 27 Agustus, dan Ungkap Alasan Bubar Sebelum Pukul 14.00

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta - Pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, membenarkan dirinya berbicara dengan Presiden Prabowo Subianto melalui telepon seluler Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, sehari sebelum aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.

Pengakuan itu sebelumnya diungkap dalam podcast Bocor Alus Politik Tempo. Dalam wawancara kepada wartawan, Botok mengatakan komunikasi tersebut memang terjadi, yakni pada Rabu tengah malam, 26 Agustus 2026, dan berlangsung kurang dari satu menit.

Menurut Botok, dirinya awalnya tidak mengetahui bahwa Dasco yang datang menemui dia akan memperlihatkan ponsel yang sedang terhubung dengan Prabowo. Dasco kemudian memintanya berbicara langsung dengan Presiden.

Dalam percakapan singkat dengan Presiden, Botok menyampaikan bahwa masyarakat Pati datang ke Jakarta untuk mengawal aspirasi dan tidak memiliki niat membuat kerusuhan.

Ia juga mengungkap alasan aksi pada 27 Agustus dibubarkan lebih cepat, sekitar pukul 14.00. Menurutnya, keputusan itu diambil untuk mendinginkan situasi setelah terjadi kericuhan dan adanya dugaan penyusup.

Botok mengaku sejak pagi telah mendapat informasi mengenai aksi saling lempar. Ia kemudian datang ke DPR bersama massa untuk memberikan arahan agar peserta tidak terprovokasi.

Sebelumnya, kata dia, pihak kepolisian juga telah mengingatkan adanya potensi penyusup yang dapat memicu kericuhan.

"Teman-teman dari kepolisian menyampaikan kepada Om Botok dan teman-teman, mohon untuk besok berhati-hati karena besok diduga memang banyak sekali penyusup," katanya.

Botok menduga ada pihak yang ingin aksi masyarakat Pati berakhir ricuh sehingga citra demonstran kembali buruk.

Selain itu, ia menyoroti persoalan mobil komando. Dua unit mobil komando yang telah disewa dengan biaya masing-masing Rp2,2 juta disebut tidak datang pada hari aksi. Botok menegaskan pembubaran lebih awal dilakukan sebagai upaya mencegah massa terprovokasi dan menjaga aksi tetap kondusif.