Terkini.id, Jakarta - Kerangka seorang bocah yang diduga berusia 300 tahun lalu membuat geger para arkeolog. Pasalnya, kerangka yang ditemukan arkeolog Waldemar Chmielewski di Polandia selatan di Gua Tunel Wielki selama penggalian pada 1967 dan 1968, terkubur dengan burung di mulutnya.
Mayat itu sendiri belum dianalisis secara rinci hingga saat ini. Para arkeolog mencoba memecahkan misteri penemuan mayat bocah berjenis kelamin perempuan, terkubur dengan kepala burung kutilang di dalam mulutnya ratusan tahun lalu.
“Dari penanggalan radiokarbon baru, para arkeolog menunjukkan bocah perempaun itu meninggal sekitar 300 tahun lalu,” demikian Live Science mewartakan, seperti dikutip Suara.com, jejaring Terkini.id, Senin 14 Juni 2021.
Orang-orang di Eropa berhenti mengubur orang meninggal di gua-gua selama abad pertengahan, sehingga penguburan perempuan ini sangat tidak biasa.
“Penguburan gua umumnya tidak ada dalam periode sejarah di Eropa," tulis tim ilmuwan dalam makalah yang diterbitkan di jurnal Jerman Praehistorische Zeitschrift.
Faktanya, mayat itu memiliki setidaknya satu kepala burung di dalam mulutnya sehingga membuat para ilmuwan bingung karena tidak ada mayat lain yang ditemukan seperti itu dari periode tersebut di Eropa.
Para ilmuwan dari University of Warsaw juga menemukan bocah perempuan itu meninggal antara usia 10-12 tahun. Tulangnya juga menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang terhenti di tahun-tahun berikutnya, kemungkinan akibat penyakit metabolik.
Tim sendiri tidak menemukan bukti adanya kekerasan atau petunjuk bagaimana bocah perempuan itu meninggal dunia. Juga, tidak ditemukan barang di dalam kuburan selain kepala burung yang dimasukkan ke mulutnya.
Dalam upaya untuk memecahkan misteri siapa perempuan itu dan mengapa ia dimakamkan dengan cara seperti itu, tim melakukan serangkaian tes dan memeriksa catatan sejarah.
“Tes DNA menunjukkan, perempuan itu kemungkinan berasal dari daerah utara Polandia, mungkin di sekitar Finlandia atau Karelia,” demikian tulis Live Science.
Catatan sejarah mengungkapkan dari tahun 1655-1657, daerah itu diduduki para prajurit yang dipimpin Raja Charles X Gustav dari Swedia.
Catatan abad ke-19 juga menunjukkan, orang-orang di Karelia percaya seseorang yang meninggal di hutan harus dimakamkan di hutan, alih-alih di kuburan.
Catatan tersebut membuat tim berspekulasi kemungkinan mayat perempuan ini datang ke daerah tersebut selama perang, dan ia mungkin meninggal di hutan tempat gua itu berada.
Kendati demikian, alasan mengapa ia dikubur dengan satu kepala burung di dalam mulutnya masih belum diketahui.















