Agama Calon Kapolri Dipersoalkan, Gus Miftah: Eh Bro, Polri Itu Bukan Lembaga Dakwah

Terkini.id, Jakarta - Pendakwah yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji Kalasan, Sleman, Miftah Maulana Habiburrahman ikut berbicara soal sejumlah pihak yang mempersoalkan penunjukan calon Kapolri dari kalangan nomuslim.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi sebelumnya memilih Komjen Listyo Sigit yang beragama katolik sebagai calon Kapolri.

Gus Miftah menganggap agama Komjen Listyo Sigit Prabowo yang nonIslam bukan sebagai penghalang baginya untuk menjadi Kapolri. 

"Eh bro, ingat ya Polri itu lembaga negara yang ngurus kamtibmas, bukan lembaga dakwah. Di polri semua agama ada, artinya Kapolri gak harus orang muslim," kata Gus Miftah dalam videonya yang diunggah Polda DIY dalam akun Instagram @poldajogja, Senin 18 Januari 2021.

Gus Miftah pun merasa gregetan dan tak habis pikir dengan sejumlah pihak yang menolak Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri hanya karena mantan Kapolresta Solo tahun 2011 itu bukan dari kalangan muslim. 

"Maka kepada kamu yang suka ngomong yang nggak-nggak plis deh dipikir dulu malu dengan pangkat. Makanya kalau mau ngomomg dipikir dulu, dasar tuman," papar Gus Miftah. 

Menurut Gus Miftah, siapa pun dia, asalkan profesional, memiliki kapasitas dan punya kapablitas layak menjadi Kapolri. 

"Dan Komjen Sigit punya semua itu," tegas dia lagi. 

Dalam video itu juga, Gus Miftah membeberkan alasan kenapa Listyo Sigit layak menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis. 

"Kita lihat pengalamannya. Beliau pernah menjabat Kadiv Propam yang menegakan profesionalisme kepolisian. Pernah jadi kabareskrim dengan banyak prestasi," tutur kyai nyentrik ini. 

Gus Miftah pun mengaku suka dengan tipe Listyo Sigit sebagai seorang polisi yang pendiam. Sebab, bagi dia, diam itu adalah emas. 

"Diam diam Djoko S Tjandra dipulangkan, diam diam penyerang Novel Baswedan ditangkap. Lalu, diam- diam tersangka kasus Bank BNI Kebayoran eliksi fiktif ditangkap dan diam-diam polisi yang backup Djoko S Tjandra 'dihajar'," papar dia. 

"Komunikasi dengan umat Islam juga  luar biasa. Saat jadi Kapolda Banten, Beliau silaturahmi kepada pesantren dan kyai dengan sangat harmonis," tandas Gus Miftah. 

Sumber: Makassar Terkini