Abu Janda: Siswi Nonmuslim Dipaksa Jilbab Adalah Pelanggaran HAM dan Penistaan Alquran

Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial, Abu Janda kembali mengomentari soal peristiwa seorang siswi beragama nonmuslim di sebuah sekolah negeri di Padang dipaksa memakai jilbab.

Lewat cuitannya di Twitter, Jumat 22 Januari 2021, Abu Janda menilai pemaksaan jilbab terhadap nonmuslim adalah penggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dan penistaan terhadap Alquran.

"Yth bapak/ibu KomnasHAM. Anak non muslim dipaksa pakai kerudung/jilbab di sekolah negeri adalah pelanggaran HAM & penistaan terhadap ayat AlQuran," cuit Abu Janda menandai Twitter Komnas HAM.

Adapun ayat Alquran yang ia maksud tersebut, kata Abu Janda, yakni Surat Al-Baqarah Ayat 256 dan Surat Yunus Ayat 99.

"Surat Al-Baqarah 256: tidak boleh memaksa orang berislam & surat Yunus 99: larangan memaksa orang jadi beriman," ungkapnya.

Pada cuitan sebelumnya, Abu Janda membagikan foto tangkapan layar terkait peristiwa siswi nonmuslim tersebut dipaksa pakai jilbab oleh pihak sekolahnya.

Dalam foto tangkapan layar itu, tampak unggahan netizen bernama Elianu Hia yang mengaku sebagai orang tua siswi nonmuslim itu menyebut bahwa dirinya dipanggil pihak SMK Negeri 2 Padang lantaran anaknya tidak memakai jilbab.

"Lagi di sekolah SMK Negri 2 Padang. Saya dipanggil karna anak saya tidak pakai jilbab. Kita tunggu aja hasil akhirnya. saya mohon didoakan ya," tulis Elianu Hia.

Dalam foto tangkapan layar tersebut, juga terlihat surat pernyataan dari Elianu Hia selaku wali dari siswi nonmuslim tersebut.

Dalam surat pernyataan itu, tertulis Elianu Hia menolak dan merasa keberatan terkait peraturan sekolah negeri tersebut yang mengharuskan anaknya memakai jilbab.

Menanggapi hal itu, Abu Janda mempertanyakan mengapa siswi nonmuslim itu dipaksa memakai jilbab oleh pihak sekolah yang bersangkutan.

"Kalau dari nama ibu & anaknya, ini warga dobel minoritas (tionghoa non muslim), kok dipaksa pakai kerudung oleh sekolahnya SMK negeri?," tanya Abu Janda.

Pria bernama lengkap Permadi Arya ini juga mempertanyakan, sejak kapan agama Islam memaksa agama lain untuk mengikut ajaran Muslim.

"Sejak kapan 'Lakum dinukum waliyadin' jadi agamamu harus ikut agamaku?," tuturnya.

Dalam cuitannya itu, Abu Janda juga meminta netizen untuk ramai-ramai melaporkan peristiwa itu kepada Menteri Pendidikan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

"Bantu mention pak nadiemmakarim ya twips. Yuk banjiri notifnya pak Nadiem," ujarnya.

Sumber: Makassar Terkini