Yahya Waloni: Kalau Ustaz Mau Ditangkap Baku Habis Dulu Kita

Terkini.id, Jakarta - Pendakwah, Ustaz Yahya Waloni mengomentari soal fenomena ustaz-ustaz ditangkap yang menurutnya kerap terjadi di Indonesia saat ini.

Ustaz Yahya Waloni lewat sebuah video ceramahnya yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam, Sabtu 20 Februari 2021, menilai banyak ustaz yang ditangkap padahal tidak melakukan tindakan pidana.

Dalam video ceramahnya itu, awalnya Yahya Waloni menanggapi soal kabar tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin yang dituduh radikal.

"Terakhir saya baca berita, Profesor Din Syamsuddin tokoh Muhammadiyah dituduh sebagai sosok yang radikal," kata Ustaz Yahya.

Ia pun mengaku heran dengan tuduhan tersebut. Pasalnya, kata Yahya, Din Syamsuddin di dunia internasional sudah dikenal sebagai tokoh perdamaian.

"Reputasi lalu latar belakang Profesor Din Syamsuddin dikenal sebagai tokoh perdamaian dunia. Bukan cuma wilayah ASEAN, bukan cuma wilayah Asia, Din Syamsuddin dikenal di internasional mengglobal selurah dunia. Dituduh sebagai radikal," ujar Yahya Waloni.

Selanjutnya, ia menyinggung soal sejumlah ustaz yang dipenjara termasuk Eks Pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

"Beberapa ustaz dipenjarakan termasuk pemimpin umat Islam lambang Jihad, Habib Muhammad Rizieq Shihab," tuturnya.

Yahya pun membahas apabila dirinya juga nantinya ikut ditangkap. Menurutnya, ada beberapa sikap ustaz-ustaz saat hendak ditangkap tersebut.

Ia mengungkapkan, ada ustaz yang pasrah jika ditangkap dan ada juga ustaz yang menyerah saat ditangkap aparat.

Namun, lanjut Yahya, juga akan ada ustaz yang nantinya baku hantam sampai mati sebelum ditangkap.

"Hati-hati Yahya kamu juga nanti. Ohhhh. Ada ustaz-ustaz yang ditangkap pasrah, ada ustaz yang ditangkap menyerah, ada juga ustaz-ustaz yang baku mati baku hantam mati di tempat Insya Allah ada, Allahuakbar!" teriak Yahya Waloni.

Para ustaz, menurut Yahya, tidak pernah menyuruh jamaah melakukan tindak pidana melainkan mereka mengajarkan masyarakat untuk berguna bagi bangsa dan agama.

"Karena ustaz-ustaz ini tidak pernah menyuruh melakukan tindak pidana. Ustaz-ustaz ini mengajarkan manusia masyarakat Muslim untuk berakhlak, berguna nantinya bagi nusa dan bangsa, berguna untuk Islam di masa akan datang," jelasnya.

Oleh karenanya, jika ada ustaz yang ditangkap namun tidak melakukan tindak pidana maka dengan tegas Yahya Waloni memilih baku hantam sampai mati sebelum ditangkap.

"Kalau ustaz mau ditangkap urusan apa. Kalau melakukan tindakan pidana, tangkap. Tapi kalau tidak melakukan pidana dicari-cari kesalahannya lalu ditangkap, baku habis dulu kita," ujarnya.

Sumber: Makassar Terkini