4 Petugas Forensik Jadi Tersangka, Denny Siregar: Saat Darurat Babi dan Bangkai Aja Boleh Dimakan Kok

Terkini.id, Jakarta – Denny Siregar menanggapi berita tentang penahanan empat petugas forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang memandikan jenazah wanita pasien suspek Covid-19. Menurut Denny Siregar, seharusnya tindakan apapun diperbolehkan dalam keadaan darurat.

“Seharusnya dalam hal-hal darurat, tindakan apapun diperbolehkan,” tulisnya melalui akun twitter @Dennysiregar7 pada Senin, 22 Februari 2021.

Denny Siregar membagikan cuitan tersebut bersama sebuah artikel berita yang berjudul ‘Fakta di Balik 4 Petugas Forensik Jadi Tersangka Usai Mandikan Jenazah Wanita Suspek Covid-19.’

Ia menilai bahwa kondisi darurat tidak seharusnya dinilai dengan hukum normal agar tidak terjadi kasus seperti ditetapkannya empat petugas forensik sebagai tersangka.

“Kalau dalam kondisi darurat dikenakan hukum normal, ya gini ini,” lanjutnya.

Denny Siregar lalu memberikan hal-hal terlarang yang diperbolehkan dalam situasi darurat seperti memakan babi dan bangkai.

“Wong saat darurat, babi sama bangkai aja boleh dimakan kok,” jelasnya.

Adapun terkait empat petugas forensik yang menjadi tersangka tersebut tidak ditahan di rumah tahanan, namun menjadi tahanan kota.

M. Chadafi, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Siantar menyampaikan bahwa alasan tidak dilakukannya penahan yaitu karena keempatnya masih dibutuhkan sebagai petugas medis di ruang Instalasi jenazah Forensik di RSUD Djasamen Saragih.

"Kita khawatir kalau dilakukan penahanan di rumah tahanan akan mengganggu proses berjalannya kegiatan forensik. Di antara memandikan jenazah dan sebagainya. Kita nggak mau gara-gara ini kegiatan itu terhenti apalagi sekarang kondisi pandemi," jelas Chadafi di kantor Kejari Pematangsiantar, Jumat, 19 Februari 2021, dilansir dari Kompas.com.

Persatuan Perawat Nasional Indonesi (PPNI) juga menyatakan akan memberikan bantuan hukum kepada keempat petugas forensik tersebut.

"Kami sebagai kuasa hukum PPNI siap memberikan bantuan hukum hingga proses persidangan," Muhammad Siban, pengacara dari Badan Bantuan Hukum PPNI pada Jumat, 19 Februari 2021, dilansir dari Kompas.com.

Sumber: Makassar Terkini