Polda Metro Jaya Dinilai 'Mental Kerupuk' Akibat Tolak Hadiri Sidang Praperadilan Habib Rizieq

Terkini.id, Jakarta - Sidang Praperadilan jilid II yang dimohonkan oleh Habib Rizieq Shihab ditunda. Hal ini dikarenakan pihak dari Polda Metro Jaya menolak hadiri sidang ini.

Sidang Praperadilan ini ditunda hingga 1/3 pekan mendatang. Sidang ini awalnya direncanakan berlangsung pada Senin, 22 Februari 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Suharno selaku hakim tunggal mengatakan bahwa pihak Habib Rizieq melakukan kesalahan dalam pengiriman dokumen.

Diketahui Habib Rizieq mengajukan gugatan untuk Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Namun, Rizieq akhirnya mengirimkan semua dokumen ke Bareskrim Polri.

Inilah alasan mengapa pihak Polda Metro Jaya pun menolak untuk hadir dalam sidang praperadilan perdana.

"Pihak termohon penyidik Polda Metro Jaya tidak menerima atau menolak panggilan ini, dikatakan alamatnya tidak tepat," kata Suharno, dikutip dari CNN Indonesia, Senin, 22 Februari 2021.

Mendengar perihal Polda Metro Jaya menolak untuk hadiri sidang, warganet pun mulai berspekulasi perihal ini.

Tak sedikit yang menyayangkan mengapa Polda Metro Jaya tak menghadiri sidang ini.

Pihak Polda Metro Jaya selaku penegak hukum dinilai tidak memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

Banyak warganet yang memberikan komentar pedas mengenai hal ini, mulai dari tindakan pihak Polda Metro bertingkah seenaknya hingga tudingan bahwa hal ini dilakukan agar masa tahanan Rizieq diperpanjang.

@ijalrabbani12: Warganya taat hukum, penegak hukumnya meletot

@MrMasnur: Yang mengawal hukum memberikan tauladan bagi rakyat Indonesia untuk menolak hadir, kita nonton saja

@covvid_19: Upaya untuk memperpanjang masa penahanan HRS 

@Masjon44463326: Kok nggak ada nyali, apa perlu dipaksa? mental kerupuk habis kena air hujan

Perihal gugatan Rizieq, gugatan ini bukan kali pertama yang Rizieq ajukan kepada pengadilan. Rizieq diketahui pernah mengajukan gugatan sebelumnya pada Desember 2020.

Namun sayangnya gugatan ini ditolak oleh hakim tunggal pada Januari 2021.

Sumber: Makassar Terkini