Kerumunan di Flores Disoroti Warganet Saat Menyambut Kedatangan Jokowi

Terkini.id, Jakarta - Jokowi baru-baru ini membagikan cuitan pada akun resminya, @jokowi perihal kedatangannya di Nusa Tenggara Timur.

Jokowi dalam hal ini melakukan peninjauan lumbung pangan baru di Desa Makata Keri, Sumba Tengah, NTT.

"Hujan lebat di Desa Makata Keri, Sumba Tengah, saat saya datang meninjau lumbung pangan baru di NTT ini, siang tadi," tulis Jokowi, pada Selasa, 23 Februari 2021.

Jokowi juga menuliskan informasi perihal keadaan dari lahan padi dan jagung ini.

"Luasnya 5.000 ha untuk padi dan jagung. Kendalanya hanya soal ketersediaan air. Untuk itulah pemerintah membangun ratusan sumur bor dan beberapa embung di sana," sambung Presiden RI ini pada cuitannya.

Selain itu, Jokowi juga telah menginstruksikan Menteri PUPR untuk melihat potensi pembangunan bendungan.

Bukan hanya Menteri PUPR saja, Jokowi juga meminta Menteri Pertanian memberi bantuan alat mesin pertanian kepada petani setempat.

"Dengan food estate di Kalteng, Sumut, dan NTT ini, akan terbangun ketahanan pangan yang baik di negara kita" tutup Jokowi pada utas tersebut.

Kedatangan Jokowi dan rombongan sudah pasti disambut baik oleh masyarakat. Hal ini terlihat pada video yang diunggah oleh @Virgoromero46 pada platform Twitter.

Dalam video ini nampak mobil presiden yang dinaiki Jokowi dikawal oleh sejumlah aparat dan tentu saja Paspampres.

Di samping jalan, banyak masyarakat NTT yang berbondong-bondong menyambut Jokowi dengan menyoraki dengan antusias.

Karena banyaknya orang yang berkumpul hingga membuat kerumunan, video ini disoroti oleh warganet. Mengingat kondisi pandemi sehingga dilarang untuk berkerumunan.

Misalnya pemilik akun @BangHendraAhmad yang mengutip unggahan video ini dengan menuliskan harus diviralkan.

"Yang begini harus diviralkan. Biar tahu malu tuh orang. Masa pandemi malah buat kerumunan massal. @jokowi tangkap nih orang biar jadi efek jera buat yg lain," tulis akun ini dengan menandai sejumlah media berita.

Banyak juga yang menyandingkan kasus kerumunan ini dengan kasus yang melibatkan oknum HRS.

Seperti akun @juyu_usni yang menuliskan "Pasal kerumunan yg sama yg digunakan untuk menjerat IBHRS harus diberlakukan kalo memang di negeri ini masih ada keadilan".

Sumber: Makassar Terkini