Denny Siregar Sebut NTT Indonesia Banget, Ferdinand: karena di Sana Nggak Hidup Qadrun

Terkini.id, Jakarta – Denny Siregar memberikan pujian bahwa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) terlihat sangat Indonesia. Menurutnya, masyarakat lain mungkin perlu belajar mencintai Indonesia dari masyarakat NTT.

“Nggak tahu kenapa ya, di NTT kok gua ngeliat saudara-saudara di sana Indonesia banget,” tulisnya di akun twitter @Dennysiregar7 pada Jumat, 26 Februari 2021.

“Mungkin kita semua harus belajar dari mereka bagaimana mencintai negeri dengan cinta mati,” lanjutnya dalam cuitan yang sama.

Denny Siregar membagikan cuitan tersebut bersama sebuah cuitan dari warganet lainnya.

Warganet yang mengaku sebagai warga NTT tersebut mengunggah sebuah video yang memperlihatkan saat pesawat Kepresidenan melintas untuk mendarat di Bandara Frans Seda Maumere.

Video tersebut juga menjadikan lagu ‘Indonesia Pusaka’ sebagai lagu pengiring.

“Lihatlah momen kami saat pesawat Kepresiden landing di Bandara Frans Seda Maumere. Suka ria kami dengan cara kami sendiri, melambaikan tangan, histeris dan seorang anak anak kecil berlari memegang bendera Sang Merah Putih menyambut kedatangan Presiden yang kami cintai,” tulis pemilik akun @esanianus.

Ferdinand Hutahaen pun membagikan cuitan Denny Siregar tersebut dan menuliskan bahwa masyarakat NTT sangat Indonesia karena di sana tidak ada Kadrun.

“Karena di sana nggak hidup Qadrun,” tulis Ferdinand Hutahaean di akun twitternya @FerdinandHaean3 pada Jumat, 26 Februari 2021.

NTT memang akhir-akhir ini menjadi topik pembicaraan setelah Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Maumere.

Warganet dan beberapa tokoh publik ramai membicarakan soal kunjungan Jokowi yang menimbulkan kerumunan sehingga disebut-sebut melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi.

Kerumunan yang ditimbulkan tersebut kemudian dibanding-bandingkan dengan kerumunan yang pernah ditimbulkan oleh Rizieq Shihab dalam beberapa kesempatan.

Denny Siregar dan Ferdinand Hutahaean memang merupakan pihak yang membela bahwa Jokowi tidak bersalah karena timbulnya kerumunan tersebut.

Menurut mereka, kerumunan yang ditimbulkan Rizieq Shihab merupakan kerumunan yang direncanakan, berbeda dengan kerumunan Jokowi yang spontan.

“Rizieq itu dipenjara karena mengundang kerumunan waktu nikah anaknya dan bohong dia nggak kena covid. Bukan karena penjemputan di bandara yang mereka bilang aksi spontan. Lu mau samakan penyambutan @jokowi di NTT sama dengan Rizieq? Samanya dari mana?” cuit Denny Siregar pada Kamis, 25 Februari 2021.

“Pak MUI yth, Rizieq jadi tersangka bukan hanya karena soal kerumunan, tapi Rizieq disangkakan Pasal 160 KUHP Penghasutan, 216 KUHP Upaya Melayan Peugas Selain itu juga tersangka kasus RS UMMI Bogor,” cuit Ferdinand pada Jumat, 26 Februari 2021 menanggapi pernyataan Waketum MUI yang menyamakan kerumunan Presiden Jokowi dan Rizieq Shihab.