Tengku Zul Kritik Menag Yaqut yang Minta Materi Ajar Islam Diperbaiki setelah Disurati Persatuan Gereja

Terkini.id, Jakarta – Tengku Zulkarnain mengkritik respons Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas terkait permintaan Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) untuk mengkaji ulang materi buku ajar agama islam di sekolah yang menyinggung soal Injil. Sebelumnya, Gus Yaqut memang telah menyampaikan bahwa ia telah meminta jajarannya untuk mengkaji dan memperbaiki materi ajar tersebut

"Saya belum menerima suratnya. Tapi sudah mendengar masalah ini sebelumnya," kata Gus Yaqut, pada Sabtu, 27 Februari 2021.

"Dan saya sudah minta jajaran di Kemenag untuk mendalami dan memperbaiki materi pengajaran agama Islam yang disusun sejak 2017 tersebut, untuk disampaikan kepada Kemendikbud," ujarnya.

Tengku Zul pun menyarankan agar sebaiknya Gus Yaqut sebagai Menag tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Menurutnya, buku-buku Kristen juga menulis tentang Islam dan Nabi Isa yang menurut umat Islam salah, namun tetap dihormati.

“Saran saya Pak Menag jangan terburu-buru. Tiap agama punya pandangan masing-masing,” tulisnya di akun twitter @ustadztengkuzul pada Selasa, 2 Maret 2021.

“Buku-buku Kristen juga menulis tentang Islam dan Nabi Isa yang menurut kita umat Islam salah, tapi kita hormati,” lanjutnya.

Tengku Zul membagikan cuitan tersebut bersama tautan artikel berjudul ‘Disurati PGI, Menag Minta Materi Pengajaran Agama Islam Diperbaiki.’

Tengku Zul juga menekankan bahwa mustahil suatu agama untuk menulis tentang agama lain yang mesti sesuai dengan pandangan agama lain tersebut sebab masing-masing agama memang berbeda.

“Mustahil Islam menulis tentang Taurat dan Injil mesti sesuai dengan pandangan Yahudi dan Kristen. Begitu juga Yahudi dan Kristen mustahil menuliskan tentang al Qur’an, Nabi Musa, dan Nabi Isa mesti sesuai dengan pandangan Islam. Kan memang ketiganya berbeda.

Di cuitannya yang lain, Tengku Zul juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa jangan sampai nanti akan ada permintaan untuk menyesuaikan terjemahan Alquran yang membahas hal terkait agama lain.

“Jangan sampai nanti ada permintaan agar al Qur’an tentang Yahudi dan Kristen, nabi Musa dan nabi Isa direvisi dan disesuaikan dengan pandangan agama Yahudi dan Kristen pula," tulisnya.

“Jadi apa nanti negara dan bangsa ini? Semoga Pak Menag memahami ini. Terima kasih,” tutupnya.

Adapun buku ajar yang dipersoalkan ini yaitu buku pelajaran agama Islam dan budi pekerti bagi siswa kelas 8 SMP dan kelas 11 SMA dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2014.

Buku ini sempat menjadi perbincangan sebab dinilai menyinggung Kitab Suci agama Kristen, Injil.

Pendeta Gomar Gultom, Ketua Umum PGI menyampaikan bahwa pihaknya telah menyurati Menag agar berkoordinasi dengan Kemendikbud terkait buku tersebut.

"Terkait dengan ini, Sekum PGI telah menyampaikan ke Menteri Agama beserta dengan copy pdf buku-buku tersebut. Oleh Menag sudah diinstruksikan ke stafnya untuk segera berkoordinasi dengan pihak Kemendikbud untuk mengkaji materi dari buku-buku ini bila ternyata masih digunakan," kata Pendeta Gomar, pada Sabtu, 27 Februari 2021, dilansir dari detiknews.