Sebut Kasus Harun Masiku Bukan Korupsi, Politikus PDIP: Kadrun Tolol

Terkini.id, Jakarta - Politikus PDIP, Dewi Tanjung menyebut bahwa kasus Harun Masiku di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan kasus korupsi melainkan gratifikasi kepada komisioner KPU.

Hal itu disampaikan kader PDIP tersebut menanggapi sejumlah pihak yang disebutnya kadrun yang mempertanyakan soal kasus korupsi Harun Masiku.

Menurut Dewi Tanjung, apabila kadrun ingin bertanya soal kasus Harun Masiku maka bertanyalah ke KPK mengapa saat ini yang bersangkutan belum ditangkap.

"Kalo Kadrun Tolol mau nanya Soal Harun Masiku Tanya sama KPK donk Kenapa sampai saat ini KPK belum bisa menangkap Harun Masiku," kata Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter, Rabu 3 Maret 2021.

Ia pun lantas menyebut bahwa kasus Harun Masiku bukan kasus korupsi melainkan gratifikasi kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Kasus Harun Masiku bukan Korupsi Tapi kasus gratifikasi kepada komisioner KPU," ungkap Dewi.

Oleh karenanya, Politisi PDIP itu menilai kadrun harusnya paham terlebih dulu dengan kasus Harun Masiku tersebut.

"Kadrun harus Paham dulu kasusnya biar pinter. Otaknya jangan Tolol terus," ucapnya.

Selain itu, Dewi Tanjung lewat kicauan selanjutnya menjelaskan terkait arti dari gratifikasi. Menurutnya, gratifikasi merupakan pemberian sejumlah uang atau barang kepada pejabat negara.

"Kadrun ToLol tau ngga arti Gratifikasi Artinya memberikan sejumlah uang atau barang kepada pejabat negara," jelasnya.

Dalam kasus Harun Masiku, kata Dewi, yang bersangkutan telah memberikan uang kepada Komisioner KPU.

Terkait kenapa Harun Masiku sampai saat ini belum ditangkap, Dewi mempersilahkan kadrun bertanya ke Novel Baswedan.

"Harun Masiku memberikan uang kepada komisioner KPU pake uang pribadi dia
Kadrun tolol tanya sama Novel Baswedan atau KPK kenapa sampai saat ini Harun Masiku belum tertangkap," ujarnya.