Dituduh Radikal, Pendakwah Yahya Waloni: Waktu Pancasila Mau Diperas Saya Paling Depan Demo

Terkini.id, Jakarta - Pendakwah, Ustaz Yahya Waloni mengomentari soal sejumlah ustaz termasuk dirinya yang mengaku kerap dituduh radikal.

Yahya Waloni lewat video ceramahnya awalnya mengungkapkan adanya sejumlah pejabat yang lewat pernyataannya mencoba memecah belah bangsa dan Pancasila.

Menurutnya, pernyataan para pejabat itulah yang membuat kekacauan di Indonesia dan bukannya masyarakat.

"Kenapa antum ini jadi pemecah sebagai pejabat. Pancasila sudah ada 5 sila, mau diperas jadi 3 sila, jadi satu sila. Statement para pejabat dipublik itulah yang membuat kekacauan di negara ini, bukan masyarakat," ujar Yahya Waloni.

Akan tetapi, kata Yahya, para pejabat tersebut malah menuduh ustaz dan pendakwah yang radikal dan anti Pancasila.

Padahal, menurut Yahya Waloni, dirinya dan ustaz-ustaz senantiasa berada di garda terdepan saat Pancasila hendak diperas oleh para pejabat itu.

"Lalu kami sebagai ustaz, kami sebagai pendakwah dituduh-tuduh radikal, anti pancasila, anti NKRI, Allahuakbar," tutur Yahya Waloni.

Hal itu disampaikan Ustaz Yahya Waloni lewat video ceramahnya yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam, seperti dikutip pada Kamis 4 Maret 2021.

Dalam tayang video tersebut, Yahya Waloni juga menceritakan pengalamannya saat membela Pancasila.

Kala itu, ia mengaku berada di barisan depan saat melakukan aksi demo di Istana Negara menentang Pancasila diperas.

"Waktu Pancasila mau diperas, saya paling depan berdiri di Istana Negara demo. Ada jejak digitalnya itu. Kami protes," ungkapnya.

Maka dari itu, Yahya Waloni sekali lagi menegaskan bahwa dirinya sangat setia dengan NKRI dan bukan pendakwah yang radikal.

"Justru kami yang cinta betul-betul kepada negara ini. Kami setia pada NKRI, Merah Putih," ujarnya.