Pemerintah dan BUMN Masih Suka Impor, Jokowi Geram: Saya Ngomong Gak Boleh, Gak Boleh!

Terkini.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka Rapat Kerja Nasional XVII HIPMI Tahun 2021 di Istana Bogor, pada Kamis, 4 Maret 2021.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan kepada lembaga negara, kementerian maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk tidak menggunakan barang-barang impor untuk keperluan proyek dan sebagainya.

"Saya juga selalu menyampaikan ke kementerian dan lembaga, kepada bumn, semua bumn untuk memperbesar TKDN, komponen dalam negeri ini harus terus. Jangan sampai proyek-proyek pemerintah, proyeknya BUMN masih memakai barang-barang impor," tutur Jokowi, dikutip dari Suara.com.

Jika pemerintah bisa menekan angka impor, dan memilih menggunakan barang lokal dapat menaikkan permintaan produk dalam negeri dalam jumlah yang besar.

"Kalau itu bisa dikunci itu bisa menaikkan, akan menaikkan sebuah permintaan produk dalam negeri yang tidak kecil, gede banget," ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut memberikan contoh di mana Indonesia telah memproduksi pipa-pipa yang berkualitas.

Namun, ia menyayangkan untuk proyek pemerintah dan proyek BUMN, pipa-pipa tersebut tidak digunakan melainkan menggunakan pipa yang diimpor.

"Pipa kita sudah bisa produksi banyak, masih impor, untuk apa? Padahal dipakai untuk proyek pemerintah, untuk proyeknya BUMN," tuturnya.

"Kalau saya ngomong enggak boleh, enggak boleh," tegasnya.

Oleh karenanya, Jokowi dalam pembukaan rapat kerja tersebut mengimbau untuk menggunakan produk dalam negeri.

Hal ini bisa dimulai dari pemerintah dan BUMN untuk menggunakan barang-barang dalam proyek pemerintah dan BUMN.

"Itu harus dimulai dan kita harus benar-benar memulai paling tidak dari pemerintah dan BUMN, gede sekali angkanya. Kemudian ajakan kepada masyarakat untuk cinta produk Inonesia dan bangga terhadap produk Indonesia dan tidak suka pada produk-produk dari luar," kata dia.